JPNN
KERAS : Pertandingan antara tim DIJ kontra Banten di Stadion Jatidiri Semarang Senin (3/11) lalu.
SEMARANG – Tim sepak bola remaja DIJ masih membuka pe-luang lolos ke babak utama PON Remaja 2014. Setelah mengalami dua kekalahan, kemarin (7/11) tim besutan Sambudiono dan Ismak Usman sukses meraih ke-menangan perdana dalam laga ketiga kualifikasi PON Remaja Wilayah III di Stadion Citarum, Semarang kemarin.Menghadapi tim ibu kota DKI Jakarta, DIJ memang menunjukkan permainan yang sangat spartan. Mereka pun dengan berani mengambil inisiatif serangan ter-lebih dahulu. Sayangnya DIJ harus tertinggal lebih dulu pada menit ke-9. Lewat gol Bayu Arya pada menit 9. Kedudukan 1-0 untuk DKI Jakarta bertahan hingga berakhir-nya babak pertama.
Memasuki babak kedua, DIJ mampu menyamakan kedudukan 1-1 lewat gol Aswandanu Bagas di menit 49. Namun satu menit ke-mudian, DKI Jakarta yang diasuh mantan asisten Persija Jakarta Patar Tambunan kembali unggul 2-1 melalui gol Khairul Imam.Tapi anak-anak DIJ benar-benar menunjukkan semangat pantang menyerah. Menit 58 mereka menda-pat berkah lewat gol bunuh diri pemain DKI Jakarta Firman S. Skor pun berubah jadi 2-2.
Memasuki menit 80, DIJ sukses unggul dengan skor 3-2. Lagi-lagi Aswandanu Bagas yang meny-umbangkan gol untuk DIJ. Gol ini sendiri menjadi penentu keme-nangan bagi DIJ. Ya, kedudukan 3-2 ini bertahan hingga laga usai.Kemenangan ini sendiri mem-buka peluang DIJ untuk lolos ke babak utama PON Remaja. Be-rada di posisi empat dengan raihan poin tiga, DIJ cuma berjarak tiga angka saja dengan penghuni pe-ringkat dua Jawa Barat (Jabar).
Celakanya selisih gol DIJ sangat buruk yakni 4-8. Sedangkan Jabar memiliki selisih gol 6-3. Dengan demikian, jika ingin lolos, minimal DIJ harus menang dengan skor 4-0 saat bentrok dengan Jabar Minggu (9/11) nanti.”Ya bersyukur kami bisa menang melawan DKI Jakarta. Dengan begini peluang kami untuk lolos pun kembali terbuka. Namun pada laga terakhir kami wajib me-nang telak 4-0 dari Jabar,” jelasnya.Sambudi juga mengaku senang dengan penampilan anak asuh-nya. Meskipun peluang sudah terbilang tipis, tapi mereka ma-sih menunjukkan keinginan kuat lolos. (nes/din/ong)