AHMAD RIYADI/RADAR JOGJA
TAK BERKUTIK: Sudarso (duduk), buron tindak pidana korupsi dari Kabupaten Barito Utara saat diinterogasi di rumahnya kompleks perumahan Puri Gejayan Indah, Jalan Gejayan, Depok, Sleman, Jogjakarta, kemarin (7/11).

Langsung Diterbangkan ke Barito Utara

JOGJA – Pelarian terpidana kasus korupsi Dinas Kehutanan Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah, Sudarso bin Dardji, berakhir di Jogja. Kemarin (7/11) tim intelijen Kejati DIJ bersama intelijen Kejari Muara Teweh, Barito Utara berhasil menangkap Sudarso di rumahnya kompleks perumahan Puri Gejayan Indah, Jalan Gejayan, Depok, Sleman, Jogjakarta.
Sudarso bin Dardji adalah seorang buronan korupsi penjualan kayu sitaan Kejari Barito Utara. Sebelum divonsi hukum, dia adalah Kasi Pemasaran Hasil Hutan Dinas Ke-hutanan Kabupaten Barito Utara. “DPO korupsi Sudarso ini ditang-kap di rumahnya Puri Gejayan Indah Jalan Gejayan,” kata Kasi Penkum Kejati DIJ Purwanta Sudarmaji SH, kemarin (7/11)
Saat akan ditangkap, Sudarso tengah bersantai di rumahnya dan tidak melakukan perlawanan. Dari keterangan Sudarso, ia ting-gal di rumah tersebut sejak 2009 lalu. Ia tinggal bersama istrinya. “Hari ini juga (kemarin) DPO Sudarso langsung dibawa ke Ke-jari Muara Teweh, Barito Utara dengan menggunakan pesawat terbang,” terang Purwanta.
Dijelaskan, Sudarso bin Dar-dji merupakan terpidana kasus korupsi lelang kayu bulat te-muan operasi tim gabungan penertiban kayu ilegal Kabupa-ten Barito Utara pada tahun 2000. Dalam sidang tingkat pertama Pengadilan Negeri Muara Teweh, Sudarso dijatuhi hukuman ber-salah dengan pidana penjara selama 4 tahun, denda Rp 200 juta subsider 4 bulan kurungan, dan uang pengganti sebesar Rp 538.826.335,89 dan USD 34.951,68 subsider 1 tahun penjara.
Merasa tak terima dengan putusan tersebut, Sudarso mengajukan banding ke Penga-dilan Tinggi (PT). Pada tingkat banding tersebut, majelis hakim PT menganulir putusan Penga-dilan Negeri Muara Teweh. Su-darso dinyatakan tidak terbuk-ti bersalah dan dinyatakan bebas.
Tak puas dengan putusan ma-jelis hakim PT, jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Muara Teweh ganti mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Dalam amar putusannya yang rilis me-lalui website MA putusan. mah-kamahagung.go.id, majelis hakim MA yang diketuai Bagir Manan, Moegihardjo dan Djoko Sarwoko sebagai anggota, menganulir putusan PT dan menguatkan pu-tusan Pengadilan Negeri Muara Teweh. Putusan tersebut terjadi pada 15 Februari 2007 lalu.
Namun sebelum dieksekusi, Sudarso menghilang. Ternyata dia kabur ke Jogja bersama istri-nya. Di Jogja, ia menetap di ru-mahnya yang beralamat di kom-pleks perumahan Puri Gejayan Indah, Jalan Gejayan, Depok, Sleman. Di sini dia tinggal sejak tahun 2009. Dan kemarin, dia ditangkap tim intelijen Kejati DIJ. (mar/jko/ong)