PERCOBAAN pembunuhan terhadap Ketua MPP Partai Amanat Nasional (PAN) Prof Dr Amien Rais pada Kamis (6/11) dini hari, mengundang kepri-hatinan pihak keluarga, kalangan internal PAN dan DPRD DIJ. Mereka meminta polisi bisa mengusut tuntas kasus yang belakangan dianggap sebagai teror itu.
Putera sulung Amien Rais, Ahmad Hanafi Rais yang saat penembakkan berada di Jakarta mengatakan, keluarga me-nyerahkan penyidikan kasus tersebut kepada kepolisian”Kami berharap kepolisian bisa menangkap pelaku, motif, sampai yang terlibat dalam terror ini,” kata anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) DIJ ini.
Hanafi menambahkan, teror yang menimpa keluarganya bukan hanya sekali ini terjadi. Saat de-kade 90-an jelang reformasi, teror kerap menimpa keluarganya, ter-lebih khusus kepada ayahnya (Amien Rais). “Sebelum-sebelum-nya, pernah ada lemparan batu ke kaca rumah. Dan masih ada teror lainnya via sms yang berisikan ancaman,” tandas Hanafi.
Saat teror menimpa sang ayah, Hanafi pun memilih berprasang-ka baik. Ia dan keluarga lebih percaya dengan pengungkapan dari kepolisian. “Ditunggu dulu saja, fakta hukumnya seperti apa. Tidak perlu ditarik-tarik dari sisi politik,” pinta Hanafi.
Hanafi mengaku mengetahui adanya penembakan malam itu, sesaat setelah ayahnya menge-tahui. Dirinya mendapatkan kabar dari keluarga bahwa mo-bil ayahnya yang diparkir di rumah Pandeyan Asri, Condong-catur, Depok, Sleman ditembak orang tak dikenal.
“Kemarin (Kamis) pagi setelah dicek benar bekas tembakan,” katanya. Atas teror itu, lanjut Hanafi, tak ada yang berubah dengan rutinitas keluarganya. Mereka tetap tinggal di Pandeyan Asri, Condongcatur, Depok, Sleman.
“Soal keselamatan, kami serah-kan ke Maha Menjaga,” kelakar Hanafi yang tak bisa ke Jogja karena harus rapat di gedung Senayan. (eri/jko/ong)