JOGJA – Turnamen golf tahunan Keraton Cup Golf Tournament kembali digelar tahun ini. Tahun ini, akan menjadi penyeleng-garaan ke 18 kegiatan yang juga mengusung misi sosial ini.Sama seperti pelaksanaan se-belumnya, ajang ini selalu banjir peserta. Tidak hanya dari dalam negeri, peserta juga berasal dari mancanegara. Sebulan sebelum penyelenggaraan, kuota peserta disediakan sudah terisi penuh. “Kuota peserta sudah terpenuhi, bahkan sebulan sebelum turnamen dimulai,” ujar Ketua Panitia Ke-raton Cup Golf Tournamen Budi Waluyo kemarin (7/11).
Kejuaraan yang digelar di Me-rapi Golf Cangkringan tersebut menargetkan 340 peserta dan sudah terpenuhi sejak Oktober lalu. Kejuaraan ini akan digelar 29-30 November. Budi mengatakan para peserta dari luar negeri yang sudah me-nyatakan keikutsertaanya se-perti dari Australia, Singapura dan Malaysia. Selain itu juga terdapat peserta dari berbagai kota di In-donesia. Menurut Budi, hal itu juga tidak lepas karena Jogja se-bagai salah satu kota tujuan wi-sata. “Peminatnya ternyata luar biasa, sejak jauh-jauh hari sudah penuh kuotanya,” kata Budi.
Budi menambahkan seperti tahun lalu panitia menyiapkan gift dan doorprize menarik bagi peserta yang berhasil mencetak hall in one. Peserta yang mence-tak hall in one bisa mendapatkan satu unit Mercedes Benz C200, ada pula Toyota Alphard, BMW dan All New Accord. Selain itu, event dengan sponsor utama PT Mataram Indah Wisata ini juga menyediakan granprize berupa enam unit sepeda motor, dan super grandprize berupa satu unit mobil datsun. “Pembukaa-nya nanti ditandai dengan dengan pemukulan bola asap oleh Sultan Hamengku Buwono X,” tuturnya.
Karena juga mengusung misi sosial, sebagian dari penyeleng-garakan akan disumbangkan untuk amal. Menurut dia, sebagian dari even juga digelar charity. Nantinya sebagian dari penyelenggarakan disumbangkan untuk amal.
Salah satu peserta Hendricus Mulyono mengaku sudah sangat menunggu kejuaraan ini. Dirinya mengaku terpacu mendapatkan hall in one dan merebut salah satu hadiahnya. Apalagi, sebelum-nya dia juga pernah mencetak hall in one dan membawa pulang uang tunai Rp 100 juta. “Turnamen ini cukup besar dan pesertanya juga beragam. Jadi tantangannya juga lebih berat. Tapi, justru itu yang menarik dan memacu bersaing merebut hadiah pencetak hall in one,” ucap Mulyono. (nes/din/ty)