grafis-alkap-sleman

KIH Rebut Jatah Ketua Komisi C

SLEMAN- Wacana sapu bersih alat ke-lengkapan (alkap) oleh Koalisi Merah Putih (KMP) di DPRD Sleman meleset. Setidaknya itu terjadi pada ploting empat komisi dalam rapat paripurna kemarin sore (7/11).KMP harus rela berbagi jatah pimpinan komisi dengan Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Dari empat komisi yang diperebutkan, KIH memperoleh 1, yakni komisi C. Tiga sisanya disabet KMP.Komisi yang sering dianggap “basah” itu memang menjadi incaran ke dua kubu. Itu terbukti ploting anggota fraksi di komisi yang membidangi pembangunan tersebut terhitung paling banyak. Yakni 13 orang. Terdiri atas 7 KIH dan 6 KMP.
truktur pimpinan komisi melalui sistem paket, kubu KIH mendominasi. Dalam sistem itu, tiap anggota komisi berhak me-milih tiga nama koleganya untuk diposkan sebagai ketua, wakil ketua, dan sekretaris.Anggota Fraksi PDIP Timbul Saptowo didaulat sebagai ketua Komisi C. Wakilnya, Tri Nugroho (PKB), sedangkan Sekretari Sukarjo (Nasdem). “Finalnya memang seperti itu. Semua harus legawa, supaya dewan bisa segera bekerja,” ungkap Ketua Fraksi PAN Nur Hidayat.
Dayat, begitu sapaan akrabnya, tidak menyangka PDIP bakal membagi rata anggotanya. Tidak lagi melakukan penumpukan pada salah satu komisi, seperti ploting saat rapat alkap sebelumnya.Di sisi lain, KMP menempatkan anggota secara maksimal di Komisi B, sebanyak 7 orang. Dengan asumsi, KIH juga melakukan hal serupa. Penempatan dua anggota FPKS turut menyebabkan konstalasi berubah. Prediksi untuk memperoleh hasil drawpada komisi B dan C juga meleset.
Dalam ploting anggota, perbandingan KIH dan KMP, masing-masing menjadi 4:6 (Komisi A), 5:7 (Komisi B), 7:6 (Komisi C), dan 5:6 (Komisi D).Asumsi sapu bersih sebenarnya bisa terjadi jika KMP menggeser masing-masing satu anggotanya di Komisi A dan B ke Komisi C. Dengan begitu, KMP jadi lebih unggul satu kursi. Atau minimal membuat draw komposisi di Komisi C. Jika draw, peluang KMP memperoleh kursi pimpinan lebih terbuka. Sebab, untuk menentukan kom-posisi pimpinan harus dikembalikan ke sidang paripurna yang melibatkan semua anggota. “Memang sulit diprediksi. Tapi itu sudah hasil maksimal. Apapun harus diterima,” lanjut Dayat.
Kendati begitu, KMP tidak patah arang. Masih ada dua jatah pimpinan alkap yang jadi perebutan. Yakni Badan Legislasi dan Badan Kehormatan. Nah, untuk dua alkap itu, Dayat optimistis KMP bakal mendominasi. (yog/din/ong)