Di cabang olahraga (cabor) karate, DIJ nampaknya tetap akan mengandalkan muka-muka lama dalam gelaran Pra PON tahun 2015 mendatang. Ya, karateka yang sudah turun pada PON 2012 lalu sepertinya masih dijagani guna meraih jatah atlet pada ajang PON 2016 Jawa Barat.Hal ini diungkapkan Pelatih Tim Pra PON Ka-rate DIJ Sapti Dhani. Kata Sapti, muka-muka lama tersebut memang masih sangat layak untuk turun di ajang sebergengsi Pra PON. “Sebab atlet-atlet di PON Riau ini memang masih sangat layak untuk diandalkan di Pra PON mendatang,” sergahnya.
Kata Sapti, ada tiga karateka yang sudah pasti kem-bali membela DIJ di ajang Pra PON adalah Alin Sukma Pratama (-75 kg), Puji Kusuma (-50 kg) ser-ta Puji Kusuma. Mereka nantinya diharapkan dapat menjadi penyumbamg medali di ajang PON maupun Pra PON,Meskipun didominasi muka lama, Sapti juga me-ngatakan ada beberapa pemain junior yang bakal diorbitkan. Misalnya Dandi Satria seorang karateka muda yang sudah cukup banyak menyumbangkan prestasi bagi DIJ.
Tidaknya dipertandingkannya cabang karate pada PON Remaja di Surabaya, Desember mendatang, dianggap baik bagi karateka DIJ. Sebab, para kara-teka yang sudah masuk dalam Pelatda bisa lebih konsentrasi mempersiapkan Pra PON. Apalagi Pra PON ini merupakan tiket bagi mereka untuk tampil di PON Bandung, 2016 nanti.”Sejak Januari pelatda dimulai. Waktunya cukup panjang dan semoga nanti cukup banyak yang lolos ke PON agar raihan medali karate untuk DIJ nanti meningkat dibanding ketika hanya dapat perunggu di Riau,” tutur Sapti.
Soal kans dalam Pra PON yang lokasinya belum ditentukan itu, Sapti menyebut akan berlangsung ketat. Sebab, banyak muka baru di daerah lain yang bermunculan. Karena itu untuk meningkatkan daya saing para karatekanya, sejumlah even untuk uji coba sudah disusun tim karate DIJ.”Tolok ukurnya saat even-even nasional yang di-gelar PB Forki. Di situ akan jelas kemampuan dari para pesaing. Untuk try out terdekat yakni ajang Piala KASAD yang biasanya berlangsung Mei,” tan-das Sapti. (nes/din/ong)