grafis-organda-bbm

Harga BBM Bersubsidi Naik, Tarif Angkutan Dipastikan Tak Berubah

MUNGKID – Rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang akan diberlakukan oleh pemerintah tahun ini mendapat tanggapan beragam. Tidak hanya dari kalangan masyarakat umum, juga dari DPC Organda (Organisasi Angkutan Darat) Kabupaten Magelang
Kenaikan harga BBM bersub-sidi dipastikan dilakukan. Sejauh ini, Organda belum berencana ikut menaikkan tarif angkutan umum.Ketua DPC Organda Kabupaten Magelang Muh Iriyanto me-ngatakan, sepanjang pemerintah berpihak pada awak angkutan umum, Organda tidak menolak rencana kenaikan tersebut.
“Berpihak dalam hal ini, pe-merintah harus memberikan subsidi pada awak angkutan. Baik melalui teknis mekanisme kartu untuk pengisian BBM atau subsidi langsung tunai, serta subsidi dalam bentuk lainnya,” papar Irianto, kemarin (7/11).Di Kabupaten Magelang ada 1.200 awak angkutan umum. Baik AKAP, AKDP, maupun bus pariwisata, serta 1.200 angkutan barang yang menanti kepastian rencana pemerintah tersebut
Dikatakan Yanto-sapaan akrab Irianto, subsidi pada awak ang-kutan umum penting dilakukan, mengingat Organda tidak beren-cana menaikkan tarif angkutan umum. Dengan kondisi harga BBM naik, dipastikan harga ke-butuhan pokok lain juga pasti ikut mengalami kenaikan
“Jangan sampai nanti masyara-kat juga dibebani ongkos angku-tan umum yang ikut naik. Kenai-kan BBM disertai kenaikan tarif angkutan tidak lagi populer. Karena semakin naik tarif angkutan justru nantinya semakin ditinggalkan masyarakat,” paparnya.
Namun, jika pemerintah tidak mengeluarkan kebijakan pem-berian subsidi seperti yang diharapkan, bukan tak mungkin seluruh angkutan umum akan berhenti beroperasi. Baik angkutan umum yang meng-angkut orang maupun barang. “Organda sudah satu komitmen, baik dari tingkat DPP, DPD, mau-pun DPC sudah sepakat. Jika pemerintah tidak punya ke-berpihakan pada awak angkutan, kami akan stop beroperasi,” ung-kapnya.
Ditambahkan, presiden RI yang baru diharapkan bisa mem-perhitungkan terlebih dahulu kenaikan harga BBM. Selain itu, sarana dan prasarana yang di-berikan ke angkutan umum supaya dipersiapkan terlebih dahulu. “Harus menjadi perhatian. Nanti akibatnya akan fatal kalau sampai seluruh angkutan umum berhenti beroperasi. Pemerintah yang akan kesusahan,” katanya mengingatkan.
Sejauh ini, Organda masih terus melakukan komunikasi intensif. Baik ke DPP dan DPD maupun ke pemerintah. “Kami masih menunggu hasil negosiasi yang dilakukan DPP dan DPD bersama pemerintah. Bagaimana pun, kami tetap menghargai kebijakan pemerin-tah,” tegasnya. (dem/hes/ong)