RADAR JOGJA FILE
UNIK: Seorang pengunjung mengamati produk kerajinan yang dipamerkan para perajin yang berasal dari UMKM.
JOGJA – Mempertemukan langsung antara penjual dan pembeli, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekra-nasda) Kota Jogja kembali menggelar pameran produk UMKM kawasan Malioboro, tepatnya di atrium utama Malioboro Mall. Dalam pameran yang digelar lima hari (12-16 November) ini menghadirkan 29 stan dari 42 perajin. Ketua Dekranasda Kota Jogja Tri Kirana Muslidatun mengatakan, dalam pameran ini mengangkat batik sebagai ikon pameran.
“Ikon batik, karena sekaligus manga yubagya penetapan Jogja sebagai Kota Batik Dunia,” kata istri wali kota Jogja ini. Meski demikian, juga tetap akan menghadirkan produk kerajinan lain dari pelaku UMKM kota Jogja. Dikatakan, setiap penyelenggaraan pameran produk UMKM di Malioboro Mall selalu disambut baik. Hal itu dibuktikan dengan peningkatan omzet setiap tahunnya. Pada 2010 omzet penjualan yang masuk Rp128 juta, 2011 Rp 240 juta, 2012 meningkat menjadi Rp 250 juta. “Untuk tahun ini target dari pengurus Dekranasda paling tidak minimal Rp 250 juta, tapi saya pribadi optimistis bisa tembus Rp 300 juta,” katanya. (pra/jko/ong)