SETIYAKI/RADAR JOGJA
BERTINDAK CEPAT: Tim laboratorium forensik (Labfor) saat tiba di kediaman Amien Rais, kemarin.
TINDAKAN teror penembakan mobil Amien Rais, Kamis (6/11), langsung direspon kalangan DPRD DIJ dan petinggi Partai Amanat Nasional (PAN) DIJ. Dewan segera menyurati Polda DIJ, sementara DPD PAN DIJ langsung menggelar rapat terbatas.
Sekretaris DPW PAN DIJ Nazarudin meng ungkapkan, pascapenembakan, para elite PAN DIJ langsung mengadakan rapat. Dalam rapat, sempat terjadi kekhawatiran atas teror tersebut. Hanya saja, pihaknya tak mau berandai-andai. PAN tetap menyerahkan masalah ini ke kepolisian.
“Ini murni kriminal, ini tindakan terror. Kami sepakat, kasus ini diserahkan ke kepolisian,” kata Nazarudin, kemarin
Mantan wakil rakyat di DPRD DIJ ini menambahkan, pihaknya berharap kepolisian bisa meng-ungkap kasus ini. Terlebih, penembakan itu juga bisa mengancam keselamatan ke-luarga Amien Rais. Dia tidak bisa membayangkan, jika tembakan malam itu menge-nai tangki mobil, yang sangat memungkinkan bisa berujung ledakan atau kebakaran.
“Jika saja berhasil mengenai tangki mobil, tidak hanya rumah atau keluarga Pak Amien jadi korban, tapi orang lain yang tak tahu apa-apa bisa terkena dampaknya,” jelas Nazar, panggilan akrabnya. Sementara itu dari gedung dewan, Wakil Ketua I DPRD DIJ Arif Noor Hartanto
Menegaskan, apapun alasan-nya, kasus penembakan tersebut tidak bisa dibenarkan, sehingga harus diusut tuntas. Inung, sapaan populernya, men-jelaskan, kejadian yang menimpa mantan Ketua MPR tersebut sudah masuk dalam intimidasi. Artinya, sebuah tindakan kekerasan yang bertujuan untuk meneror korban.
“Jika seorang Pak Amien saja, begitu mudahnya diteror dengan penembakan, lalu ba-gaimana dengan masyarakat biasa? Tindakan ini harus di-tumpas,” ujar Inung. Atas apa yang terjadi itu, dewan berencana untuk mengundang Polda DIJ. Undangan ini dalam rangka sebagai mitra kerja. ” Kejadian ini membuat ketaku-tan di masyarakat. Kami minta penegak hukum tuntaskan kasus ini, jangan malah ditutup- tutupi,” tandasnya.
Dharma Setyawan, Wakil Ketua III DPRD DIJ menambahkan, dewan segera menyurati Polda DIJ untuk menjelaskan segala bentuk keke-rasan yang terus marak di DIJ. Me-nurutnya, belakangan ini, eskalasi kekerasan di DIJ terus terjadi, dari penusukan anak muda sampai terakhir terror di rumah Amien Rais. “Kami akan surati kapolda, kami akan undang Polda untuk sharing guna mengungkap kasus kekerasan yang terjadi,” ujarnya.
Untuk minta penjelasan dari Polda DIJ, lanjut Dharma, dewan memiliki kewenangan. Apalagi status Jogjakarta sudah melekat dengan sebutan city of the tole-rance. Sebutan kota toleransi ini harus dijaga. “Kepolisian juga harus ikut menjaga itu. Makanya kami akan meminta keterangan polda seputar ke-kerasan yang terus terjadi,” tandas politikus dari Partai Gerindra ini.
Mantan Ketua Harian Koalisi Merah Putih (KMP) DIJ ini eng-gan berandai pelaku teror di rumah Amien Rais. Ia menduga pelaku malah bukan dari lawan politik KMP. “Saya kira, pihak yang tidak bertanggung jawab itu ingin memanfaatkan situa-si politik nasional kepentingan tertentu,” tambahnya.
Dharma pun meminta kepada kepolisian bersikap profesional dalam mengungkap kasus ini.Polisi harus bisa mengungkap motif dan siapa pelakunya. Jika teror yang terjadi tersebut men-jelang subuh tidak terungkap, kasus-kasus serupa bakal kem-bali bermunculan. “Jangan sampai intimidasi, teror, dan bentuk kekerasan lain me-warnai kehidupan berbangsa dan bernegara kita di kota kita ini,” pesan Dharma. (eri/jko/ong)