Lonjakan Konsumsi Baru Sekitar 1 Persen

JOGJA – Gonjang-ganjing rencana ke-naikan BBM bersubsidi belum mem-pengaruhi lonjakan konsumsi bahan bakar. Hampir di seluruh SPBU stok bahan bakar tersedia. Bahkan antrian kendaraan pun tidak sampai mengular.Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) DIJ, Siswanto mengungkapkan, sejauh ini tidak ada lonjakan konsumsi BBM signifikan. “Konsumsi masih normal saja, kalau ada kenaikan cuma sekitar 1-2 persen,” kata Siswanto kemarin (7/11).Meski tidak terlalu signifikan, pihaknya tetap waspada. Menurutnya pembelian dalam jumlah tertentu dalam waktu intens bukan tidak mungkin menunjukkan indi-kasi melakukan penimbunan. Karena itu, seluruh pihak harus melakukan penga-wasan.
Sedangkan SPBU tidak mungkin me nimbun BBM. Sebab elalu ada pengawasan dari Pertamina dan dimonitor setiap saat. Dia juga menghimbau kepada pengusaha SPBU untuk meningkatkan stok menjelang kenaikan harga BBM. “Hanya saja kendala untuk menambah stok bahan bakar ada pada modal dari setiap pengusaha. Langkah menambah ini lebih efektif sebagai salah satu cara antisipasi,” jelasnya.Terkait dengan kepastian kenaikan harga BBM bersubsidi, Hiswana Migas DIJ belum tahu secara pasti waktunya. Bila terjadi kenaikan, dia berharap tidak terlalu tinggi sehingga membebani masyarakat.Namun, berapa pun besarnya harga yang ditentukan oleh pemerintah, pihaknya siap menjalani kebijakan tersebut. “Tugas kami hanya operator yang menjalankan kebijakan saja,” tambahnya.
Pengusaha SPBU Yonie Arseto mengatakan, konsumsi BBM saat ini masih normal. Kalaupun ada antrian, masih wajar. ” Pemberitaan media tidak mempengaruhi konsumsi masyarakat sampai menciptakan antrian maupun kelangkaan,” terangnya.Manajer Pemasaran Pertamina DIJ Surakarta Fredy Anwar memastikan, stok BBM di Terminal Bahan Bakar Rewulu saat ini dalam kondisi aman. “Stok kami melimpah tidak perlu dikhawatirkan,” katanya.Dia berharap kepada masyarakat dalam menghadapi kondisi saat ini untuk tidak panik, sebab BBM di Terminal Rewulu cukup aman. Apalagi Depot Rewulu langsung terkoneksi melalui pipa dengan kilang yang ada di Cilacap.
Sampai dengan sat ini permintaan dari sejumlah SPBU masih normal. Kebutuhan rata-rata harian BBM Premium DIJ sebesar 1500KL dan kebutuhan solar sebesar 350 KL. “Saya berharap tidak perlu ada antri-an-antrian karena stok benar-benar aman,” terangnya. (bhn/din/ong)