Jadi Petunjuk Ungkap Pelaku Penembakan

JOGJA – Pembentukan tim gabungan yang dipimpin langsung Kapolda DIJ Brig-jen Pol Oerip Soebagyo guna mengungkap pelaku penembakan terhadap mobil Harr-ier AB 264 A milik Ketua MPR periode 1999-2004 Amien Rais, diapresiasi sejum-lah pihak
Namun demikian, polisi tetap dituntut secepatnya menun-taskan penyelidikan atas perka-ra dugaan fitnah, pencemaran nama baik, dan penghinaan yang dilakukan sekelompok orang yang menamakan diri Paguyuban Masyarakat Peles-tari Tradisi (Pametri).Pametri di bawah koordi-nasi Agus Sunandar mengge-lar ruwatan di depan kediaman Amien, 16 Oktober lalu. Saat ruwatan itu, Pametri menuduh figur ketua MPP PAN itu se-perti tokoh “Sengkuni” politik. Terkait tindakan itu, Barisan Muda (BM) PAN dan eksponen Angkatan Muda Muhamma-diyah seperti Ikatan Maha-siswa Muhammadiyah (IMM), Pemuda Muhammadiyah, Ika-tan Pelajar Muhammadiyah, dan lain-lain secara resmi membuat laporan pengaduan ke Polda DIJ.
“Kasus ruwatan itu bisa men-jadi petunjuk awal bagi polisi untuk mengungkap perkara pe-nembakan ini. Adakah dua pe-ristiwa itu saling terkait, tugas polisi untuk mengungkapnya,” pinta Ketua BM PAN DIJ Damba Aktivis kemarin (8/11).Damba berharap, setelah buk-ti-bukti yang dikumpulkan di-anggap cukup, polisi tidak perlu ragu-ragu menetapkan status hukum Agus Sunandar dan kawan-kawan. “Kami yakin polisi serius bekerja. Maka kami berharap dalam waktu tidak terlalu lama, perkara ruwatan itu segera tuntas,” harap Damba yang juga menjadi pelapor kasus ruwatan itu.
Senada, Wakil Ketua Maje-lis Pendidikan Kader Pimpi-nan Pusat (PP) Muhamma-diyah Muhammad Aziz me-minta agar pengusutan kasus ruwatan dipercepat. Bahkan syukur bisa paralel dengan penyelidikan kasus penem-bakan yang langsung dipim-pin Kapolda DIJ.Masyarakat, lanjut Aziz, sang-at menanti kerja cepat dari po-lisi. Menurutnya, dua perkara yang terjadi secara beruntun di kediaman ketua umum PP Mu-hammadiyah periode 1995-1998 itu menyita perhatian publik. Lebih-lebih dalam kasus pe-nembakan tersebut. Karena itu, masyarakat memberikan du-kungan penuh terhadap setiap langkah Polri demi mengungkap kasus itu
“Jangan ada keraguan bagi polisi menetapkan tersangka,” imbuh Wakil Sekjen DPP IMM Irawan Puspito. Sebagai orang yang ikut menjadi pelapor, Ira-wan mengaku telah menjalani pemeriksaan di polda. Dua hari sebelum penembakan terjadi, pada Selasa (4/11) lalu ia telah memberikan keterangan di depan penyidik. Adapun pe-nembakan terjadi Kamis dini-hari (6/11). Polda juga telah menerbitkan surat perintah pemberitahuan hasil penyelidikan (SP2HP) no-mor B/548/X/2014 tertanggal 28 Oktober 2014. Kasus itu di-tangani unit kejahatan terhadap negara.
Terpisah, Kepala Biro Humas Jogja Police Watch (JPW) Ba-harudin Kamba berharap pem-bentukan tim gabungan di bawah pimpinan Kapolda dapat menunjukkan hasil signifikan. Hal itu dengan melihat latar belakang dan jam terbang Bri-gjen Pol Oerip Soebagyo. Sebelum menjabat Kapolda, Oerip telah makan asam garam di bidang reskrim. Ia pernah menjabat koordinator penga-wasan penyidik Bareskrim, Direskrim Polda Jatim, dan kepala Densus 88/Antiteror Polda Jatim.
“Dengan berbagai pengala-man itu, tentu bukan hal baru bagi Pak Oerip untuk men-gungkap kasus teror di ke-diaman Pak Amien itu,” ung-kap Bahar.Dari catatan JPW, sebelum kasus di rumah Amien Rais, pernah terjadi beberapa teror serupa. Di antaranya kasus pe-nembakan terhadap mantan sipir Lapas Wirogunan Agus Susatyo 19 Agustus 2013, lalu penembakandosen UPN Ve-teran Jogja Lestanta Budiman alias Lobo di Jalan Wachid Ha-syim Condongcatur, Sleman, 4 November 2013, dan penemba-kan terhadap tokoh ormas Ko-tikam Harun Al Rasyid di Kafe Nevada Caturtunggal, Depok, Sleman, pada 1 Mei 2014
“Tiga penembakan itu sampai sekarang masih menjadi mis-teri karena belum juga terungkap pelaku dan dalangnya. Belum lagi kasus bom molotov yang terjadi di Gamping, Sleman,” katanya.JPW lanjut Bahar, berharap di bawah kepemimpinan Brigjen Oerip, semua kasus teror itu terungkap. Bila terungkap, oto-matis akan meningkatkan ke-percayaan publik terhadap ki-nerja Polda DIJ.
Di sisi lain, tim penyidik Polda DIJ di bawah koordinasi Kompol Andrianus Wilmar telah me-minta keterangan Amien di ke-diamannya, Pandeansari, Con-dongcatur, Sleman, Kamis ma-lam (6/11). Pemeriksaan ber-langsung sekitar tiga jam mulai pukul 19.00.”Pak Amien telah di-BAP (be-rita acara pemeriksaan),” ungkap Wakil Sekretaris DPW PAN DIJ Nazaruddin yang ikut men-dampingi selama pemeriksaan berlangsung. (fid/eri/laz)