PMI DIJ FOR RADAR JOGJA
BANTUAN AIR: Mobil tangki milik PMI saat mendistribusikan air bersih untuk warga di Legundi, Panjan, Saptosari, Gunungkidul, kemarin.
JOGJA – Palang Merah Indonesia (PMI) DIJ tak hanya berurusan dengan darah, tapi juga memiliki kepedulian sosial lainnya. Salah satunya dalam penanganan kekeringan, PMI ikut mendistribusikan air bersih ke-pada warga yang mengalami krisis air ber-sih. Wakil Ketua Bidang Pelayanan Sosial PMI DIJ, Taslim Sudiyanto menuturkan, sejak September lalu, hingga saat ini pihaknya sudah mendistribusikan 339 tangki air bersih. Dari jumlah tersebut, sebanyak 135 tangki air bersih dikirim ke wilayah Gunungkidul, 34 tangki di wilayah Kulonprogo, 122 tangki di wilayah Sleman, dan 48 tangki disitri-busikan ke Bantul.
“Kebutuhan masyarakat akan air bersih cukup tinggi, saat ini PMI DIJ masih mengoperasional 6 tangki air di lapangan, 3 tangki di PMI Kab Sleman, satu tangki di Gunungkidul, satu tangki di Kulonprogo 1 dan 1 tangki lagi di Bantul,” katanya.Kepala Markas PMI DIJ Jumali me-nambahkan, sumbangan dari masyarakat yang telah disalurkan melalui PMI sebesar Rp 32,400,000 berasal dari perseorangan, lembaga, komunitas, media, perusahaan. “Semua sumbangan telah kami teruskan kepada masyarakat yang membutuhkan air bersih,” katanya.
Sementara itu, Ketua PMI DIJ, Herry Zudianto mengungkapkan terima kasihnya kepada masyarakat yang telah memberikan sumbangan air bersih melaui PMI. “Kami masih membuka kesempatan ke-pada masyakarat yang masih berminat memberikan bantuan, bisa langsung ke Markas PMI DIJ di Gamping, atau bisa di-salurkan melalui rekining,” katanya.
Terpisah, sekretaris PMI Kab Sleman Sa-rijan menuturkan, masyarakat Sleman sangat antusias untuk memberikan ban-tuan air bersih melalui PMI. Mereka yang peduli, di antaranya Dewan Masjid, Dewan Gereja, Masjid, Gereja, Komunitas dan lembaga lainnya. “Kami masih akan me-lanjutkan distribusi air bersih sampai dengan Desember, namun tetap mem-pertimbangan situasi dan kebutuhan ma-syarakat. Sasaran distribusi ada di wilayah Prambanan, Cangkringan dan Gamping,” katanya. (eri/jko/ong)