Penyidik Mulai Periksa Maryani

JOGJA – Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIJ tampaknya tak ingin berlama-lama dalam mengusut kasus dugaan korupsi hibah Per-siba dengan tersangka Maryani. Untuk kali pertama, tim penyidik memeriksa direktur PT Aulia Trijaya Mandiri tersebut. Bos pe-rusahaan jasa tour and travel tersebut di-periksa lebih dari satu jam di ruang pe-meriksaan lantai 3 Gedung Kejati DIJ Jalan Sukonandi, Jumat (7/11).Dari pantuan Radar Jogja, Maryani datang ke Kejati sekitar pukul 09.30 dan pe meriksaan berakhir sekitar pukul 11.15. Dia datang mengendarai Isuzu Panther Nopol AD 8695KC bersama penasihat hukumnya Aryo Saloko SH. Saat akan meninggalkan gedung Kejati, Maryani berusaha menghindari wartawan yang ingin melakukan wawancara seputar kasus yang menjeratnya. “Sama saya saja,” kata Aryo.
Menurut Aryo, dalam pemeriksaan ter-sebut, kliennya ditanya seputar dokumen yang ada pada penyidik Sebagai warga negara yang taat hukum, Aryo menegaskan klien-nya akan mengikuti seluruh proses hukum yang sedang berjalan. “Nanti pembuktian-nya di persidangan. Sekarang kami ikuti saja proses hukumnya,” tandas Aryo.Maryani ditetapkan sebagai tersangka sejak 23 Oktober lalu. Penetapan Maryani sebagai tersangka tertuang dalam Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Print.04/0.4/Fd.1/10/2014 yang ditandatangani Kajati DIJ Loeke Larasati SH. “Tersangka Mar merupakan penanggung jawab perusahaan yang mengurusi tran-portasi dan akomodasi Persiba,” kata Kasi Penkum Kejati DIJ Purwanta Sudarmaji SH.
Dalam perkara ini, Maryani akan dijerat dengan pasal berlapis, yaitu pasal 2, pasal 3 dan atau pasal 9 UU Tindak Pidana Korupsi. Penetapan Maryani sebagai tersangka ber-dasarkan alat bukti yang ditemukan tim penyidik.Alat bukti tersebut berupa Laporan Per-tanggungjawaban (LPJ) yang disampaikan perusahaan yang dipimpin Maryani yaitu PT Aulia Trijaya Mandiri fiktif. “Penyidik menemukan ada dokumen LPJ yang palsu,” beber Purwanta.
Agar berkas atas nama tersangka Maryani cepat rampung, kemarin tim penyidik sudah mulai melakukan pemanggilan saksi. Mereka yang dipanggil antara lain Manajer Persiba Wikan Werdo Kisworo, Ari Purwaningsih, Subarjo, mantan kepala DPPKAD Bantul Bedjo Utomo, mantan kepala DPPKAD Bantul Abu Dzarin, dan Kasi Olah Raga Kantor Pemuda dan Olah Raga Pemkab Bantul, Singgih Riyadi. “Mereka diperiksa sebagai saksi untuk me-lengkapi berkas atas nama tersangka inisial Mar,” tambah Purwanta. (mar/jko/ong)