RADAR JOGJA FILE
PERJUANGAN : Pertandingan Tim DIJ saat dikalahkan Tim Banten dalam laga perdana gelaran kualifikasi PON Remaja 2014 Wilayah III di Stadion Jatidiri Semarang (3/11).

Berhak Berlaga di Babak Utama PON Remaja 2014

SEMARANG-Tim sepak bola remaja DIJ akhirnya “berpesta” pada gelaran kualifi-kasi PON Remaja 2014 Wilayah III. Nyaris tidak lolos karena mengantongi dua ke-kalaan pada dua laga pertama, Aswan-danu Bagas dkk akhirnya finis di peringkat kedua Wilayah III.Ini berarti mereka berhak berlaga di ajang babak utama PON Remaja 2014 di Jawa Timur (Jatim) bulan depan. Hasil ini tidak lepas dari keberhasilan mereka mengan-daskan perlawanan tim Jawa Barat (Jabar) dengan skor tipis 1-0 pada laga terakhir Wilayah III di Stadion Citarum, Semarang kemarin (9/11).
Satu-satunya gol DIJ pada laga tersebut dicetak oleh Yoga Pratama pada menit ke- 66. Jabar, yang berambisi mendampingi Jawa Tengah (Jateng) sebagai wakil Wi-layah III di ajang PON Remaja terus me-lancarkan serangan. Namun semangat juang anak-anak DIJ membuat mereka sukses mempertahankan keunggulan 1-0 hingga berakhirnya pertandingan.
DIJ sama-sama mengoleksi enam poin dari Jabar. Selisih gol DIJ pun kalah jauh dari Jabar. Namun karena panitia PON Remaja memberlakukan sistem head to head, DIJ lah yang pantas menempati pe-ringkat kedua dan berangkat ke Jatim,Usai laga, pelatih tim DIJ Ismak Usman mengaku sangat bersyukur karena anak asuhnya tidak putus asa setelah menga-lami dua kekalahan pada dua laga awal. Istirahat dua hari penuh usai dibantai Jateng 1-5 pada laga kedua benar-benar dimanfaatkan DIJ guna mengisi penuh energi mereka.
“Tentunya setelah dikalahkan Banten dan Jateng, kami merasa ajang PON Re-maja menjadi jauh sekali. Tapi nyatanya kami mampu mengalahkan DKI Jakarta 3-2 lalu dilanjutkan dengan kemenangan 1-0 lawan Jabar,” jelasnya.Penanggung jawab tim sepak bola remaja DIJ Edyanto mengatakan, keberhasilan DIJ menembus babak utama PON Remaja 2014 tidak lepas dari semangat juang luar biasa dari para pemain. Hanya dengan bermate-rikan 18 orang, tim DIJ terbukti mampu mengalahkan tim-tim tangguh.
Ditambah lagi derasnya badai cedera yang menimpa tim DIJ. Ya, selama gelaran Kualifikasi PON Remaja Wilayah III ini, tim pelatih sering melakukan pergantian pemain hanya karena ada penggawa yang mengalami kram. “Tapi kenyataannya, kami tetap mampu menang dua kali dan berhasil menembus babak utama,” tegas-nya. Namun pencapaian peringkat kedua ini sejatinya belum memenuhi kriteria KONI DIJ. Sehingga sangat mungkin tim sepak bola DIJ tidak dikirimkan ke PON Remaja. Tapi melihat potensi besar di tim DIJ Edi yakin KONI DIJ bakal melunak.
“Kami tinggal mendekati KONI DIJ agar tim sepak bola tetap diberangkatkan ke PON Remaja. Kami sudah berjuang, sang-at disayangkan jika sampai tidak ke Jatim,” sergahnya. (nes/din/ong)