KULONPROGO-Krisis air bersih yang kerap melanda warga Pedukuhan Sanggrahan dan Cikalan, Banjarharjo, Kalibawang mulai teratasi. Itu menyusul adanya bantuan instalasi pemanen air hujan (PAH). Bantuan dari Pusat Pengelolaan Ekoregion Jawa (PPEJ) melalui Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kulonprogo.Kepala KLH Kulonprogo Suharjoko menjelaskan, ban-tuan diberikan kepada 28 rumah warga di dua wilayah yang berada di daerah pegunungan itu.
Semula diren-canakan bantuan hanya 12 unit, tapi sesuai usulan kepala desa dan camat, bantuan menjadi 28 unit. “Sekarang sudah selesai terpasang semua,” jelasnya kemarin (9/11).
Instalasi ini bisa menampung air hujan dengan kapasitas dua meter kubik per rumah. Menurutnya jika ada desa-desa lain yang membutuhkan pihaknya akan mengusulkan lagi untuk mendapat bantuan dari PPEJ, jika program tersebut masih ada. “Kalau tidak ya kita usulkan melalui APBD Kabupaten, replikasi instalasi pemanen air hujan tersebut untuk wilayah-wilayah lain yang juga selalu mengalami kesulitan air bersih,” terangnya.
Camat Samigaluh Wahyu Pujianto menyatakan, setidaknya ada empat desa di wilayahnya jadi langganan krisis air bersih saat kemarau. Keempat desa itu Desa Sidoharjo, Purwoharjo, Banjarsari, dan Kebonharjo. Jumlah warganya 481 kepala keluarga (KK) atau 1.500 jiwa.
“Saya sudah mendorong warga untuk membangun Penampungan Air Hujan (PAH). Selama ini ketika musim penghujan air yang ada langsung turun ke bawah tanpa ada upaya menampung,” bebernya.
Selain pembangunan PAH, upaya lainnya adalah optimalisasi sumber mata air dengan membangun jaringan air. Sumber mata air yang potensial berada di Nglinggo di Desa Pagerharjo. (tom/din/ong)