Susul Tiga Kawannya yang Telah Ditahan

WONOSARI – Keberadaan buronan anak di bawah umur tersangka kasus pencurian kendaraan ber-motor (curanmor) sudah diketahui polisi. Dalam waktu dekat dia segera menyusul tiga rekannya yang lebih dulu ditahan di Mapolres Gunungkidul.Kasat Reskrim Polres Gunung-kidul AKP Suhadi mengaku tidak gegabah menangani kasus kriminal tersebut karena melibatkan anak bau kencur. Pertimbangan psikologis anak harus menjadi catatan tersendiri bagi petugas untuk lebih berhati-hati. “Besok (hari ini, Red), tersangka akan diserahkan orang tuanya sendiri,” kata Suhadi kemarin (10/11).
Tersangka yang dimaksud ber-inisial At. Sebelum menjalani pemeriksaan, si anak kini dalam pengawasan orang tuanya. Karena jaminan orang tua, tersangka tidak akan melarikan diri maupun menghilangkan barang bukti, pihaknya memilih melakukan pendekatan secara kekeluargaan. “Jika janji orang tua menyerahkan anaknya ke polres tidak dipenuhi kami harus jemput paksa,” tegasnya.
Sebelumnya, tiga pelajar di-tangkap polisi karena diduga kuat terlibat kasus curanmor. Mereka berkomplot mencuri sejumlah kendaraan sepeda motor. Mereka yang diamankan masing-masing berinisial, AJ,16, AR,15, dan TR,15. AJ sendiri merupakan remaja putus sekolah,sementara AR tercatat sebagai siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan TR tercatat sebagai siswa Sekolah Menengah Atas (SMA).
Ketiganya ditangkap Rabu (5/11) dan langsung ditahan. Kasus pencurian ini terjadi awal 2014 dan baru terbongkar baru-baru ini. Penangkapan bermula ketika mencuat kasus hilangnya sepeda motor Yamaha F1ZR milik warga Ponjong. Beredar kabar, ken-daraan itu ternyata diketahui berada di wilayah Kecamatan Karangmojo.Setelah dilakukan penelusuran, ternyata sepeda motor dijual oleh seorang anak baru gede (ABG) berinisial AJ. Dari mulutnya muncul tersangka lain yakni AR dan TR. Dari tangan mereka, petugas berhasil mengamankan dua unit sepeda motor.
Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rasyid berpendapat, meski mereka divonis bersalah, dinas akan berusaha mengedapankan pembinaan secara persuasif. “Kami tetap mengedapankan sanski eduka
si, salah satunya tetap berusaha memberikan pelayanan pendi-dikan kepada mereka,” kata Bahron.Dalam kasus ini kesalahan tidak bisa dibebankan kepada salah satu pihak maupun kelompok. Sebab, dalam pendidikan ter-dapat tiga pilar yang harus saling mendukung, yakni masyarakat, tenaga pendidik dan keluarga. (gun/din/ong)