GUNAWAN/RADAR JOGJA
SIAP MELAUT: Sejumlah kapal besar berukuran 30 grosston siap beroperasi. Kebaradaan kapal-kapal besar ini dikeluhkan para nelayan Pantai Sadeng, Girisubo karena dianggap menyerobot jatah tangkapan perahu jukung.

Tidak Boleh Serobot Jatah Nelayan Kecil

GIRISUBO – Kepala Bidang Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIJ,Suwarman Partosuwiryo mengatakan, kapal berukuran 30 grosston (GT) hanya boleh mencari ikan dengan jarak di atas 12 mil. Kurang dari itu menjadi jatah kapal-kapal kecil sehingga tidak boleh menyerobot. “Namun sebaliknya, kapal-kapal kecil diperbolehkan mencari ikan di perairan yang jaraknya lebih dari 12 mil,” kata Suwarman Partosuwiryo menanggapi keluhan nelayan kecil.
Aturan zona menangkap rezeki laut ada dalam UU No 32/ 2004 tentang Pe-merintahan Daerah dan UU No 45/ 2009 tentang perubahan UU No 31 tetang Perikanan. “Namun jika kapal Inka Mina tersebut menyalahi aturan, kami siap menindak tegas,” tegasnya. Sebelumnya, nelayan Pantai Sadeng, Girisubo menuding kapal Inka Mina berukuran 30 GT beroperasi di wilayah tangkapan perahu jukung. Alhasil kon-disi demikian berdampak buruk bagi kesejahteraan nelayan kecil.
Salah seorang nelayan Pantai Sadeng, Ismail Ishom mengatakan, aktivitas se-perti ini sudah terjadi sejak delapan bulan silam. “Ikan di daerah tangkapan perahu kecil sebagian besar tertangkap jaring dari kapal berukuran 30 GT,” keluhnya.Akibatnya sekarang banyak nelayan mulai berhenti melaut karena hasil minim. Menurut dia, habitat ikan di daerah tang-kapannya berkurang banyak karena kehadiran kapal besar berteknologi semi pukat harimau. Itu lantaran ikan kecil yang bukan menjadi sasaran mereka pun ikut terjaring. “Kami meminta pemerintah segera bertindak supaya para nelayan tetap bisa bertahan,” tegasnya.
Akibat tangkapan minim dari jumlah sekitar seratus perahu, saat ini tinggal separo yang bertahan. Nelayan lain Bahtiar menjelaskan, kapal berukuran 30 GT memiliki wilayah operasi sendiri. “Jujur itu (kapal besar) sangat merugikan kami,” terangnya. (gun/din/ong)