HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
POTENSI: Pesona Curug Siklotok di Desa Kaligono, Kecamatan Kaligesing, Purworejo saat musim penghujan.
PURWOREJO – Tingkat kunjungan objek wisata Curug Siklotok, Desa Kaligono, Kaligesing dalam musim kemarau tahun ini turun hingga 15 persen. Penyebabnya karena debit air terjun yang menurun, sehingga kurang menarik wisawatan. “Saat musim penghujan, setiap bulan pengunjungnya mencapai 5 ribu orang. Selama tiga bulan terakhir mengalami penurunan antara 10 persen-15 persen,” kata Ketua Kelompok Sadar Wisata Dusun Jeketro, Desa Kaligono Kasiyo, kemarin (9/11).
Kasiyo melanjutkan, ada nilai positif di tengah sepinya pengunjung. Warga bisa melakukan perawatan dan beberapa pembenahan kompleks objek wisata. Salah satunya peningkatan akses jalan masuk dari pintu retribusi hingga titik air terjun. “Kami tengah memperbaiki jalan di dalam kompleks untuk meningkatkan fasilitas layanan pada pengunjung,” katanya.
Selain kerja bakti, atas kesepakatan bersama warga mengeluarkan dana tambahan senilai Rp 50 ribu per kepala keluarga untuk perbaikan jalan. “Kami fokuskan ke dalam objek wisatanya dulu. Dengan harapan akan meningkatan fasilitas pada pengun-jung. Kami tahu, jalan menuju ke dalam objek cukup jauh dan mem-butuhkan beberapa lokasi transit,” imbuhnya.Pengelola juga terus mengajukan permohonan pada Pemerintah Pur-worejo untuk diberi bantuan berupa peningkatan jalan menuju ke titik awal objek Desa Wisata Dusun Jeketro.
“Sebagian jalan dirabat, tetapi se-bagian lagi kondisinya mengenaskan dan butuh perbaikan. Kalau kami harus swadaya lagi, tidak mungkin. Selama ini warga sudah mengeluarkan tenaga dan uangnya. Kami tak sampai hati memintanya lagi,” terangnya lagi.Kepala Desa Kaligono Suroto mem-benarkan, angka kunjungan wisatawan dalam musim kemarau mengalami penurunan. Hanya penurunan itu tidak tinggi, karena sejak awal pihaknya berupaya menciptakan titik-titik baru di mana pengunjung tidak hanya terfokus kepada air terjunnya saja.
“Kalau jalan kami telah mengajukan beberapa kali permohonan ke pemkab. Tidak hanya jalan yang sudah tidak layak, tetapi juga jembatan yang kondisinya juga tak memungkinkan lagi. Terlalu sempit dan kecil. Kami berharap pemkab memperhatikan kondisi ini dan membantu masyara-kat memberikan pelayanan pada pengunjung atau wisatawan,” kata Suroto.(tom/hes/ong)