GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
SEKTOR PERHOTELAN: Bangunan hotel yang terlihat dari kawasan Bumijo, Jogjakarta, (5/11). DPDPK Kota Jogja pesimistis target pajak hotel tahun ini terpenuhi.

Hingga Oktober Baru Terealisasi 73,8 Persen

JOGJA – Dinas Pajak Daerah dan Pengelolaan Keu-angan (DPDPK) Kota Jogja pesimistis target reali-sasi penerimaan pajak dari sektor hotel tahun 2014 tercapai. Hingga Oktober lalu, realisasi penerimaan pajak sektor perhotelan baru 73,8 persen.Kepala Bidang Pajak Daerah DPDPK Kota Jogja Tugiarto mengatakan, target penerimaan pajak hotel tahun ini meningkat pesat dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satunya dikarenakan jumlah wajib pajak (WP) hotel di Kota Jogja ber-tambah selama 2014 ini. Tetapi, lanjut Tugiarto, ternyata belum semua sudah mulai beroperasi
“Realisasinya masih di bawah target, waktunya juga tinggal dua bulan, sepertinya sulit tercapai,” ujar Tugiarto. Pada 2013 lalu, realisasi peneri-maan pajak sektor perhotelan bisa melampaui target. Dari Rp 62 miliar, realisasinya mampu men-capai Rp 68,5 miliar. Berdasarkan hal itu, target penerimaan pajak sektor hotel pada 2014 ini mencapai Rp 88 miliar, tapi hingga Oktober kemarin baru tercapai Rp 64,5 miliar atau 73,8 persen dari target. “Sepertinya memang tidak sesuai target, tapi bisa diargumen-tasikan karena belum semua hotel baru sudah beroperasi,” terangnya.
ota Jogja dengan mengintensifkan sosialisasi pem-bayaran pajak secara online atau e-tax. Dengan pembayaran pajak secara online ini, akan membe-rikan keuntungan bagi WP maupun Pemkot Jogja. Terlebih Pemkot Jogja sudah memiliki kerjasama dengan pihak perbankan, dalam hal ini BRI. Nantinya setiap WP akan mendapatkan alat yang bisa mencatat semua transaksi secara otomatis. “Wajib pajak tidak bisa mengakali besaran pajak yang harus dibayarkan,” jelasnya.
Diakuinya, dengan sistem yang berlaku saat ini, yaitu dengan manual masih terbuka kemungkinan-WP tidak melaporkan dan membayarkan kewaji-ban pajaknya. Pembayaran pajak secara online ini juga memudahkan bagi para WP. Mereka tidak perlu lagi harus antre di loket saat jatuh tempo pembayaran, tanggal 10 setiap bulannya. Meskipun begitu, penerapan e-tax ini masih terkendala dengan WP hotel yang masih melaku-kan transaksi secara manual, terutama untuk hotel nonbintang. (pra/laz/ong)