Jogjakarta Tempat Uji Coba

JOGJA – Provinsi Jogjakarta merupakan kawasan yang ba-nyak dihuni pelajar dan maha-siswa. Karena itu, Bank Indonesia memproyeksikan Jogjakarta se-bagai wilayah uji coba layanan keuangan digital (LKD). Apalagi, Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang dicanangkan pemerintah kini mulai berjalan di Jogjakarta.Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) DIJ Arief Budi Santosa menerangkan, pihaknya tengah mengkaji kemungkinan Jogja dijadikan tempat uji coba layanan keuangan digital. Alasan-nya, Jogjakarta memiliki segmen yang cukup mudah untuk disasar. Yakni, kalangan anak muda
“Nantinya LKD ini menggunakan agen-agen. Baik perseorangan maupun badan usaha. Kami tengah mengkaji, apakah bisa mene rapkan hal tersebut di Jogja,” papar Arief, Sabtu (8/11).Arief mengatakan untuk pe-nguatan penggunaan nontunai, BI sudah melakukan kajian di empat kampus. Yakni, UGM, UNY, UII, dan UPN. Sedangkan pen-canangannya dilakukan pada September lalu di UGM.
Saat ini, lanjut Arief, BI bersama sejumlah bank dan nonbank yang mengeluarkan produk nontunai tengah mengedukasi dan me-lakukan sosialisasi pada ma syarakat dalam meminimalisir peng gunaan uang tunai. UGM menjadi salah satu kampus yang dijadikan project penerapan program ter-sebut. “Kenapa kami pilih mahasiswa? karena mereka agen-agen peru-bahan dan orang-orang yang siap mengubah mindset. Mereka men-jadi trensetter,” jelasnya.
Di UGM, ungkap Arief, pene-rapan nontunai sudah dilakukan dua tahun sebelum pencanangan GNNT. Sehingga peran BI di kam-pus hanya sebagai penguat. Beberapa tempat seperti foodcourt, Kagama, dan pembayaran SPP sudah dilakukan tanpa meng-gunakan transaksi tunai.Ke depan, BI berencana me-lakukan replikasi di kampus-kampus lainnya dan di sekolah. Khusus di Jogjakarta, ada bank yang bekerja dengan sekolah dalam program tersebut.
Saat disinggung, berapa besar-nya transaksi nontunai di Jogja-karta, Arief mengaku belum bisa diketahui. Sebab semua transaksi tercatat di pusat (Jakarta). “Nilai transaksi belum dihitung. Targetnya, tiga bulan setelah pen-canangan bisa diketahui. Kami bisa tahu seberapa jauh pe-mahaman mahasiswa tentang uang elektronik,” jelasnya.
Soal sekolah atau kampus yang akan diterapkan, ia belum bisa memasang target. Sebagai produk perbankan, BI hanya bisa me-lakukan kerja sama dengan bank yang menerbitkan.Perwakilan Divisi Perizinan dan Informasi Sistem Pembayaan Bank Indonesia Prabu Dewanto me-ngatakan, penggunaan nontunai di Indonesia terbilang rendah di bawah 1 persen. Sementara tran-saksi tunai, tercatat 99,4 persen. (bhn/hes/ong)