Gara-Gara Menghina Warga Melalui Medsos

JOGJA – Kasus penghinaan mela-lui media sosial (medsos) Path yang menjerat Florence Sihombing me-masuki babak baru. Rencananya, mahasiswa Magister Kenotariatan UGM itu akan menjalani sidang perdananya pada Rabu lusa (12/11). Agenda sidang perdana adalah pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum (JPU)
“Perkara Florence akan disidang-kan besok Rabu,” kata Kasi Pene-rangan Hukum Kejaksaan Tinggi DIJ Purwanta Sudarmaji kemarin. Berkas perkara Flo masuk ke PN Jogja bernomor 382/pid.sus/2014/PN.Yk. Sidang perkara Flo akan dipimpin oleh Hakim Ketua Bambang Sunanta dengan di-dampingi dua hakim anggota yaitu Soewarno dan Ikhwan Hendratno. Sedangkan jaksa penuntut ada dari Kejaksaan Tinggi DIJ dan Kejaksaan Ne-geri Jogja
“Perkara Florence akan disidang-kan besok Rabu,” kata Kasi Pene-rangan Hukum Kejaksaan Tinggi DIJ Purwanta Sudarmaji kemarin. Berkas perkara Flo masuk ke PN Jogja bernomor 382/pid.sus/2014/PN.Yk. Sidang perkara Flo akan dipimpin oleh Hakim Ketua Bambang Sunanta dengan di-dampingi dua hakim anggota yaitu Soewarno dan Ikhwan Hendratno. Sedangkan jaksa penuntut ada dari Kejaksaan Tinggi DIJ dan Kejaksaan Ne-geri Jogja
Sedangkan Pasal 28 berbunyi dengan sengaja tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk me-nimbulkan kebencian dan permusu-han individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar go-longan. “Semua saksi sudah disiap-kan,” terang Purwanta.
Seperti diberitakan, Flo dila-porkan ke Polda DIJ oleh LSM Jati Sura pada 28 Agustus lalu. Flo dianggap telah menghina dan mengumpat warga Jogja melalui statusnya di Path. Umpatan dan hinaan mahasiswa S2 Kenotaria-tan UGM itu tak lepas dari keke-cewaannya saat antre membeli bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Lempuyanan. Saat itu ter-jadi kelangkaan BBM, ia menero-bos ke jalur khusus pengisian BBM untuk kendaraan roda empat. (mar/laz/ong)