MAGELANG – Kritik terhadap ter tundanya belasan proyek yang harus diselesaikan untuk Tahun Anggaran 2014 kembali muncul. Kali ini, sindiran dilayangkan Ketua DPC Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Kota Magelang Sriyanto.Sriyanto berharap, penundaaan bukan sebagai strategi untuk upaya pemenangan pemilu kepala daerah (pemilukada) yang akan berlangsung 2015.
Alasannya, saat Pemilihan Wali Kota Magelang 2010, Tim Pemenangan Pasangan Sigit Widyonindito- Joko Prasetyo kebanyakan dari kalangan pengusaha jasa kontruksi. Ini cukup beralasan, mengingat posisi Sigit Widyonindito adalah kepala dinas Dinas Pekerjaan Umum (DPU). “Semoga bukan bagian strategi pemenangan Pilkada 2015 mendatang,” kritik Sriyanto, kemarin (9/11).
Pria yang dua periode duduk di kursi de-wan ini menilai, ada korelasi yang dekat dan kuat antara proyek dengan du-kungan. “Sudah menjadi rahasia umum, kalau proyek biasanya akan diberikan pada mereka yang mendukung,” ungkapnya
Sriyanto mengaku hingga kini belum menerima alasan yang kuat soal tertundanya belasan proyek. Seperti pembangunan Gedung Balai Latihan kerja (BLK), sidatan di Jalan Sudirman atau depan Artos Mal, air mancur di Alun-alun, dan masih banyak lagi. Termasuk pembangunan Pasar Stres yang jelas-jelas sudah dilelang dan muncul pemenang yakni CV Baja Persada.
“Katanya sih soal perencanaan. Tapi perencanaan yang seperti apa. Saya tidak habis piker, kalau benar ada masalah soal pe-rencanaan, dulu kok diajukan ke KUA PPAS maupun RAPBD 2014, yang disetujui dewan untuk dianggarkan pada APBD 2014. Makanya, timbul pemikiran, jangan-jangan semua itu hanya alasan. Tujuan sebenarnya ya Pilkada 2015 tadi,” katanya menganalisa.Soal alasan kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Aris Nugroho yang mengatakan, realisasi pembangunan BLK maksimal tahun 2015, sehingga kalau tidak dilaksanakan sekarang bukan kesalahan mutlak, Sriyanto hanya tersenyum.
“Iya, saya pernah bertemu dengan Pak Aris. Beliau me ngaku siap pasang badan kalau di paksa melakukan lelang BLK sekarang. Karena sudah mepet dengan tutup Tahun Anggaran 2014,” ungkapnya.Sriyanto mencium ter tundanya proyek tersebut karena gagal dalam soal deal tertentu. Ia men-duga, kegagalan deal terbaca Sriyanto dari pelelangan pembangunan Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) di Kebon-polo.
“Salah satu proyek yang nilai-nya besar dan belum dilaksana-kan adalah Pembangunan BLK di Kebonpolo. Nilainya hampir Rp 3 miliar. Tapi mesti sudah dilelang, informasinya kok bolak-balik retender. Ini kan me-munculkan dugaan yang macam-macam. Salah satunya soal deal tadi,” ungkap pria yang akrab disapa Pakde ini.Selain BLK, juga soal pem-bangunan Pasar Stres yang belum dimulai. Saat ini proses lelang sudah berakhir dan berdasarkan data LPSE dimenangkan CV Baja Persada dengan nilai pe-nawaran di atas Rp 514,283 juta dari pagu Rp 565 juta.
“Jangan-jangan karena sudah ditawar rendah, kemudian bisa saja pemenang tidak berani,” papar Sriyanto.
Hingga berita diturunkan, be-lum ada konfirmasi tegas dari Pemkot Magelang. Asisten Eko-nomi Pembangunan dan Kese-jahteraan Rakyat saat dikonfir-masi meminta koran ini bertanya langsung ke Kabag Pembangu-nan Taufik Nurbakin. Saat koran ini bertanya pada Taufik, ia juga memilih bungkam. Sedang Plh Kabag Humas Protokol dan Santel Kota Magelang Aris Witjaksono mengaku belum mendapat data dari Taufik, sehingga belum berani komentar banyak.
“Saya belum dapat data dari Pak Taufik,” kata Aris yang ke-sehariannya menjabat Asisten Hubungan Masyarakat Per-lengkapan dan Umum.Hal sama juga dilakukan Di-rektur CV Baja Persada Isnoni-ati. Ia belum membalas pesan singkat yang dikirim koran ini. (dem/hes/ong)