KULONPROGO-Kondisi ruang terbuka hijau (RTH) Wana Winulang semakin memprihatinkan. Tidak hanya tanamannya yang meranggas mati, fasilitas umum seperti toilet dan gazebo juga mulai rusak. Kondisi ini mengundang keprihatinan para pemerhati lingkungan yang tergabung dalam Komunitas Hijau Kota Wates.
Ketua Komunitas Hijau Saptono Tanjung mengung-kapkan, kondisi itu cukup ironis, mengingat RTH berada di dekat pusat perkantoran dan gedung DPRD. Fasilitas umum rusak, tanaman-tanaman yang menjadi ciri khas Kulonprogo mati. “Bak sampah dan gazebo mereteli, sungguh memprihatinkan,” ucapnya di sela-sela Green Festival Kota Wates Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) 2014 di Wana Winulang akhir pekan lalu.
Menurut Tanjung, untuk mengatasi kondisi itu, pi-haknya mengajak komunitas-komunitas pemerhati lingkungan untuk beraksi memberikan kepedulian pada RTH. Masyarakat juga diharapkan mampu memanfaatkan dan ikut merawatnya.
“Komunitas Hijau juga akan mengundang para pemangku kepentingan di bidang lingkungan untuk merumuskan visi dan misi kota hijau kota Wates. RTH Wana Winulang harus dikelola sebaik mungkin dan dimanfaatkan,” ujarnya.
Green Festival merupakan upaya menyampaikan pesan moral untuk peduli terhadap lingkungan. Salah satunya dengan membersihkan dan memelihara RTH Wana Winulang, sekaligus menolak aksi vandalisme. Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kulon-progo Harjoko mengatakan, Wana Winulang seluas 1 hektar tersebut dibangun dengan anggaran dari APBN. Untuk pembangunan tahap pertama 2012 ditangani olah DPU DIJ.
“Sedangkan tahap kedua 2013 langsung diserahkan kepada KLH Kulonprogo. Wana Winulang diproyeksikan untuk menjadi hutan kota dan paru-paru kota,” bebernya. (tom/din/ong)