JOGJA – Meski hujan sudah bebe-rapa kali mengguyur Kota Jogja, keluhan tentang debit sumur warga yang menyusut masih terjadi. Yang terbaru, belasan warga Penumping, Gowongan Lor, Gowongan, Jetis, mengadu ke Forum Pemantau In-dependen (Forpi) Kota Jogja, kema-rin (10/11). Menurut salah seorang perwakilan warga Penumping, Yohanes Sawabi, sudah dua bulan ini warga sudah kesulitan mengambil air sumur ka-rena debitnya menyusut. Ketua RT 15 RW 03 Penumping ini mencon-tohkan salah satu sumur di wilay-ahnya yang dimanfaatkan oleh 15 kepala keluarga, menyusut. “Diam-bil 30 ember saja sudah habis, harus menunggu sejam lagi baru airnya naik,” ujar Sawabi.
Tidak hanya di RT 15 saja yang mengalami kondisi seperti itu. Men-urut dia, hal yang sama juga terjadi di empat RT lainnya di wilayah RW 03. Sawabi mengaku tidak ingin me-nuding siapa yang bertanggung jawab atas kondisi tersebut. Tetapi warga Penumping meminta kepada Pem-kot Jogja supaya bisa mencarikan solusi. Terlebih, di sekitar Penumping saat ini berdiri hotel-hotel baru. “Saya tidak mau menuding karena kemarin juga kemarau, tapi di samping kampung ini juga banyak hotel, apa-kah itu juga berpengaruh?” tanyanya
Sementara itu Koordinator Forpi Kota Jogja Winarta mengaku akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan serta mengecek admi-nistrasi perizinan. Pihaknya juga belum berani memastikan apakah sumur kering ini dikarenakan faktor cuaca atau sebagai imbas dari pembangunan hotel.
“Kami akan cek seluruh perizinan hotel di kawasan tersebut, nantinya akan kelihatan sumur asat ini ka-rena hotel atau tidak lewat pumping test,” ujarnya.Kepala Bidang Pelayanan Dinas Perizinan Kota Jogja Setiono men-jelaskan, setiap dokumen pembangu-nan selalu dalam pengawasan. Jika ditemukan kelalaian maupun pro-ses pembangunan yang tidak se-suai dengan izin yang diajukan, pihaknya akan mencabut izin sam-pai berkas yang dibutuhkan ter-penuhi. (pra/laz/ong)