Pascapenghentian Pencetakan E-KTP

JOGJA – Keputusan Mendagri Tjahyo Kumolo yang akan men-ghentikan sementara proses pen-cetakan KTP elektronik (E-KTP) akan dimanfaatkan Dinas Kepen-dudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Jogja untuk pemutakhiran data penduduk. Saat ini, proses pemutakhiran data mencapai 95 persen.”Prosesnya masih berlangsung. Target kami akhir bulan ini se-lesai,” kata Kasi Data dan Infor-masi Disdukcapil Kota Jogja Deddy Fahriza kemarin (7/11). Menurut dia, proses pemutakhi-ran data penduduk melibatkan setiap kepala keluarga. Dia me-mastikan, data yang diproses ini valid karena berbasis warga.
Sementara terkait rencana Men-dagri yang akan menghentikan sementara proses pencetakan E-KTP, dia belum mau berkomentar banyak. Menurut Deddy, kebe-tulan pada 16 November 2014 akan diadakan rapat koordinasi tentang E-KTP oleh Kemendagri di Jogja. “Saat ini kami juga masih menunggu,” ujarnya.Meski begitu, pihaknya siap jika proses pencetakan dimulai kem-bali pada awal Desember 2014. Terlebih saat ini Disdukcapil Kota Jogja sudah memiliki delapan unit alat pencetak E-KTP sendiri.
Berdasarkan informasi, Kemen-dagri juga mulai mendistribu-sikan blanko E-KTP ke daerah-daerah pada 8 November. De-ddy menambahkan, jika benar waktu pencetakan E-KTP baru dimulai kembali pada awal De-sember mendatang, pihaknya hanya memiliki waktu efektif sebulan. Padahal mulai 1 Ja-nuari 2015, KTP non-elektronik sudah tidak berlaku lagi.
Kondisi itu akan menyulitkan warga yang belum memiliki E-KTP untuk mengurus keperluan yang memerlukan tanda penge-nal. “Kami sudah siap melayani, delapan alat ini bisa difungsikan semua untuk mengejar tenggat waktu, sekarang tinggal partisi-pasi masyarakat,” jelasnya.Jumlah E-KTP warga Kota Jogja yang belum tercetak men-capai sekitar 11 ribu. Terdiri lima ribu dari waga Kota Jogja yang melakukan perekaman di Kota Jogja serta enam ribu dari war-ga yang melakukan perekaman di luar Kota Jogja. (pra/jko/ong)