SHARP FOR RADAR JOGJA
HEMAT ENERGI: Sharp akan mulai memasarkan AC dengan pendingin R-32 di awal Desember 2014, serta mulai melengkapi full line-up sampai 33 unit di awal tahun 2015 nanti.

Sharp Pasarkan AC dengan Pendingin R-32

JOGJA – Kian hari penipisan lapisan ozon (O3) terus terjadi. Menipisnya lapisan ozon justru banyak disebabkan oleh teknologi yang ada sekarang, ka-rena mengandung bahan perusak ozon (BPO) yang memecah molekul ozon di atmosfer.Sebagai perusahaan yang peduli ling-kungan,Sharp memiliki tekad untuk berkontribusi kepada dunia melalui bisnis yang ramah lingkungan. Salah satunya berfokus pada produk hemat energi dan mengembangkan produk penghasil energi.
Berdasarkan tekad tersebut, Sharp menyambut baik imbauan pemerintah Indonesia untuk mengganti bahan pendingin AC. Dari yang semula me-makai Chlorodifluoromethane atau hydrochlorofluorocarbon (HCFC-22) atau R-22 menjadi Difluoromethane (HFC-32) atau R-32 yang merupakan senyawa organik ramah lingkungan hingga lebih aman bagi ozon
“Kami menyambut baik imbauan pe-merintah.Sesuai dengan tekad Sharp yang ingin selalu berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan, kami akan terus memproduksi dan melengkapi produk-produknya dengan teknologi yang ber-kualitas dan berbahan ramah lingkungan,” ungkap Sales, Customer Satisfaction and Branding Director Takaya Wakasumi, kemarin (10/11).
Dia menjelaskan kelebihan dari R-32 adalah tidak memiliki potensi untuk merusak ozon. Angkanya lebih kecil untuk penyebab pemanasan global, hanya 1/3 dibandingkan R-22. Sedangkan R-32 memiliki karakteristik tekanan yang lebih besar dibanding R-22. Besarnya hampir 1,7 kali lebih besar.
“Kami menyarankan kepada konsumen untuk menggunakan pipa berkualitas baik dengan ketebalan minimal 0.66 mm agar terhindar dari risiko kebocoran,” imbaunya.Dia menjelaskan, pihaknya akan mulai memasarkan AC dengan pendingin R-32 di awal Desember 2014. Serta akan mu-lai melengkapi full line-up sampai 33 unit di awal tahun 2015 nanti. Mulai 1 Januari tahun mendatang HCFC jenis HCFC-22 (R-22) dan HCFC-141b akan dilarang penggunaannya di negara-negara berkembang dan diganti dengan HFC-32 (R-32).
“Sedangkan di negara-negara maju, pelarangan penggunaan R-22 sudah mulai dilakukan sejak tahun 1996 dan diperkirakan pada tahun 2030 sudah tidak ada lagi produk pendingin udara yang masih menggunakan R-22 di rumah-rumah,” terangnya.
Sementara itu, Product Planning Di-vision General Manager Herdiana Anita Pisceria mengatakan Sharp ber-harap sumbangsihnya ini mampu menekan lajunya penipisan lapisan ozon. Serta tetap mempertahankan keberadaan keanekaragaman hayati khas Indonesia. (bhn/ila/ong)