SETIAKY/RADAR JOGJA
PERSIAPAN SEKATEN: Alat berat meratakan tanah di Alun-Alun Utara Jogja, kemarin (10/11).

Sekaten Tanpa Ombak Banyu

JOGJA – Dalam pelaksanaan Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) 2014 nanti dipas-tikan tanpa permainan ombak banyu. Hal itu lantaran permainan tersebut memerlu-kan tiang pancang sebagai pondasinya. Sementara dalam PMPS 2014, seluruh stan dilarang melakukan penggalian. “Dalam Sekaten nanti ada satu permainan yang tidak diperbolehkan, yaitu ombak ba-nyu, karena pembangunan stan perlu peng-galian,” ujar Sekretaris Panitia PMPS 2014 Suyana, kemarin (10/11)
Menurutnya, pelaksanaan PMPS tahun ini lebih ketat pengawa-sannya. Hal itu sesuai permin-taan dari Keraton Jogja maupun Pemprov DIJ terkait proses re-vitalisasi Alun-Alun Utara. Suyana yang juga Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Ko-perasi dan Pertanian (Disperin-dagkoptan) Kota Jogja ini men-jelaskan tema Sekaten kali ini yaitu Ketertiban dan Keamanan. Selain dilarang menggali tanah sebagai pondasi, penyewa stan juga harus mematuhi aturan lain, seperti tenda stan tidak boleh menggunakan seng, dilarang membuat kamar mandi serta dilarang melakukan perngerasan untuk lantai. “Hukumnya haram menggunakan semen di Alun-Alun,” tegasnya.
Menurut dia, aturan-aturan tersebut akan dituangkan dalam surat perjanjian sewa stan. Pendaftaran peserta sendiri mu-lai dibuka pada 12 – 28 Novem-ber mendatang di Kantor Dis-perindagkoptan Kota Jogja. Untuk tarif sewanya, dikenai biaya mulai dari Rp 1.000 hing-ga Rp 5.000 per meter per hari. Sekaten kali ini panitia menye-diakan 660 stan, yang terbagi dalam delapan zona.
Pihaknya menargetkan Sekaten tahun ini bisa mendapatkan Rp 1 miliar, hampir sama dengan tahun sebelumnya. Meskipun begitu, Suyana mengaku, Sekaten tidak hanya mengejar target pendapatan saja. UMKM dari 14 kecamatan di Kota Jogja juga akan dilibatkan dan disediakan stan selama penyeleng garaan Sekaten dari 28 November 2014 sampai 3 Januari 2015. “Mereka akan menampilkan produk-produk unggulan tiap ke-camatan,” ungkapnya.
Suyana menambahkan, seluruh area di Alun-Alun Utara akan dimanfaatkan. Selain sebagai stan, juga digunakan sebagai tempat parker agar tidak meng-ganggu lalu lintas. Selain itu di sekeliling Alun-Alun Utara juga akan dipasangi gambar untuk branding, yang berisi gambar Alun-Alun utara setelah direvi-talisasi. (pra/laz/ong)