ZAKKI MUBAROK/RADAR JOGJA
PENINJAUAN LAPANGAN: Tim evaluasi P2WKSS saat meninjau stan pangan berbahan lokal di Balai Kelurahan Palbapang kemarin (10/11).

Libatkan Perempuan di Setiap Program

BANTUL – Palbapang merupakan salah satu kelurahan yang menekan-kan peran perempuan dalam setiap program pembangunan. Salah satunya program peningkatan kesejahteraan keluarga. “Mulai penyuluhan, pembinaan, hingga pemberian bantuan dana selalu melibatkan peranan perempuan,” terang Pelaksana Jabatan (PJ) Lurah Palbapang Suyamto di sela-sela menerima kunjungan Tim Evaluasi Peningkatan Peran Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2W-KSS) tingkat DIJ kemarin (10/11).
Tidak hanya dalam pelaksanaan program kesejahteraan keluarga kurang mampu, pelibatan kelompok wanita juga dalam pembuatan ber-bagai kerajinan, hingga produksi pangan berbahan lokal. Suyamto menerangkan, khusus program kesejahteraan sasarannya adalah keluarga yang taraf ekonominya masih rendah. Di antara program yang digulirkan adalah dindingisasi, lantainisasi, serta pembuatan MCK. “Intinya, pemberian sarana ke-butuhan hidup. Per tahun kami anggarkan Rp 12 juta,” ujarnya. Karena itu, Suyamto pun berharap kelurahan Palbapang dapat lolos ke tahapan berikutnya. Paling tidak bisa mewakili DIJ di tingkat nasional.
Ketua Tim Evaluasi P2WKSS DIJ Sri Hartati mengatakan, fokus penilaian evaluasi mengacu pada kesetaraan gender. Artinya, seberapa besar keterlibatan kaum perempuan dalam setiap program pembangunan di kelurahan. “Ada 18 indikator penilaian. Di antaranya partisipasi perempuan dalam pembangunan, lingkungan hidup, kesehatan, dan pendidikan,” sebutnya.
Kehadiran kaum perempuan dalam setiap rapat di kelurahan pun juga menjadi salah satu pe-nilaian. Setidaknya, setiap rapat di kelurahan minimal 30 persen dihadiri kaum perempuan. Tak sekadar mengisi daftar kehadiran, kaum perempuan pun harus ikut menyampaikan aspirasi dalam setiap rapat. “Perempuan harus setara dengan laki-laki,” tegasnya.
Sri menambahkan, yang dapat mengikuti lomba ini adalah kelura-han yang sudah menerapkan P2W-KSS minimal selama tiga tahun terakhir. Dalam perlombaan ini, setiap kabupaten/kota hanya boleh mengirimkan satu perwakilan. “Pengumuman menangnya pada 22 Desember nanti bertepatan dengan Hari Ibu,” tambahnya. (zam/din/ong)