SLEMAN – Petunjuk teknis dan petunjuk pelak-sanaan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) di wilayah Sleman, sampai saat ini belum jelas. Selain itu, untuk mengenalkan program ini, juga belum ada sosialisasi.
Sejatinya, KIP adalah salah satu program unggulan pe-merintahan baru Jokowi-JK dalam upaya meningkatkan pendidikan. Sayangnya, di tingkat daerah program itu belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat. Tidak menghe-rankan jika masih banyak masyarakat yang bingung.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dis-dikpora) Sleman Arif Haryono menjelaskan, pihaknya belum bisa memberikan kepastian kapan akan dilaksanakan karena masih masih kebijakan dari pusat. Sedangkan untuk juklak dan juknis juga masih menunggu Disdikpora DIJ. “Namun, kami sudah mulai melakukan pendataan siswa sasaran program,” kata Arif Haryono kemarin (10/11).
Secara umum, pihaknya mendukung program tersebut. Terlebih, program KIP menyangkut tentang peningkatan kualitas pendidikan. Lebih dari itu, KIP bisa membantu perluasan akses dan pelayanan pendidikan. “KIP ditujukan untuk siswa tidak mampu agar bisa mengenyam pendidikan. Ini adalah upaya memperluas akses layanan pendidikan,” ujarnya.Dia berharap, keberadaan KIP nanti tidak akan tumpang tindih dengan program biaya operasional sekolah (BOS). Sebab, kedua program itu beda sasaran dan peruntukannya.
Program ini juga menarik perhatian DPRD Sleman. Legislatif bahkan melakukan pendalaman terkait program ini. Apalagi sejauh ini, pada tingkat daerah belum mendapatkan gambaran teknis secara umum terkait program KIP. “Sejauh ini belum ada kejelasan alokasi sumber pendanaan dari program itu,” kata Wakil Ketua DPRD Sleman Sofyan Setya Darmawan. (fid/din/ong)