JOGJA – Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIJ terus berupaya mengusut tuntas kasus dugaan ko-rupsi pengadaan pergola di lingkungan Pemkot Jogja. Kemarin tim penyidik memeriksa Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Jogja Irfan Susilo
Dia diperiksa sebagai saksi atas perkara pengadaan proyek yang pernah dilakukan BLH senilai Rp 5,3 miliar pada 2013 lalu.
“Kepala BLH diperiksa sebagai saksi. Untuk tersangkanya masih belum, penyidik masih terus mencari siapa yang harus ber-tanggung jawab dalam perkara tersebut,” kata Kasi Penerangan Hukum Kejati DIJ Purwanta Su-darmaji SH kemarin (10/11).
Menurut Purwanta, dalam pe-meriksaan tersebut Irfan ditanya seputar mekanisme pengadaan Pergola, jumlah peserta rekanan yang ikut tender, dan spesifikasi pergola yang harus dikerjakan pemenang tender. “Penyidik ingin mengetahui lebih detail dan rinci, apakah pengadaan sudah sesuai atau belum,” tambah jaksa asal Imogiri, Bantul, ini.Selain melakukan pemeriksaan, tim penyidik telah melakukan verifikasi lapangan dan mendata nilai volume pekerjaan pergola yang di sejumlah titik se-Kota Jogja. Verifikasi tersebut penting untuk memastikan, apakah jum-lah pergola yang terpasang sudah sesuai laporan atau belum.
“Karena titik pergolanya sang-at banyak, maka penyidik masih terus melakukan verifikasi la-pangan untuk memastikan jum-lah pergola,” papar jaksa yang tak lama lagi akan mutasi ke Kejati Bali ini.
Kepala BLH Jogja Irfan Susilo enggan memberikan komentar ketika ditanya wartawan di sela-sela menjalani pemeriksaan di gedung Kejati DIJ, kemarin.
“Kami ikuti proses hukum saja,” singkat Irfan.
Seperti diberitakan sebelumnya, proyek pergola atau rangka besi penyangga tanaman peneduh berada dibawah BLH Jogja. Ni-lai proyek sebesar Rp 5,3 miliar dan melibatkan sedikitnya 30 rekanan. Dalam proyek ini, ke-jati mengendus ada indikasi penyimpangan.
Pada April lalu kejati telah me-nerbitkan surat perintah penyi-dikan (sprindik). Saat tahap penyelidikan, sejumlah orang dipanggil dan dimintai kete-rangan seperti lurah dan Ketua DPRD Kota Jogja Henry Kunco-royekti. Kemudian Ketua Ko-misi C Zuhrif Hudaya dan ang-gota Komisi C Tatang Setiawan, serta Ketua Tim Anggaran Pe-merintah Daerah (TAPD) yang juga Sekretaris Daerah Titik Su-lastri. (mar/laz/ong)