SLEMAN – Untuk menunjang pelayanan kesehatan di puskesmas, saat ini seluruh puskesmas di Sleman yang berjumlah 25 telah memiliki alat spirometer yang berfungsi untuk mengukur faal paru-paru. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Sleman Mafilindati Nuraeni dengan alat tersebut, pasien dapat diperiksa kondisi kesehatan paru-parunya. “Terlebih lagi setelah peristiwa hujan abu vulkanik baik dari gunung Merapi maupun Gunung Kelud beberapa waktu yang lalu,” kata Mafilindati kemarin (11/11).Di sisi lain, seluruh puskesmas di Sleman sejak Januari telah menerapkan pola BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) termasuk pada UPT JPKM dan UPT Laboratorium Kesehatan. Penerapan pola BLUD telah dimulai sejak Januari 2011. Dengan status penuh BLUD tersebut maka Sleman menjadi yang pertama kalinya di DIJ yang menerapkan pola BLUD pada seluruh puskesmas yang ada.
Dengan penerapan pola BLUD ini pula maka puskesmas dapat langsung memperoleh dana kapitasi yang digunakan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan. “Dana kapitasi yang ditransfer oleh BPJS tersebut yaitu sebesar 2 milyar per bulan untuk 25 puskesmas (dengan perhitungan Rp 6 ribu per jiwa per bulan,” tambahnya. Jika puskesmas belum menerapkan pola BLUD, dana kapitasi tersebut akan masuk ke kas daerah terlebih dulu, menunggu hingga puskesmas tersebut menerapkan pola BLUD.
Bahkan dengan pola BLUD, puskesmas/dinas kesehatan sudah dapat merekrut tenaga BLUD non PNS yaitu 25 dokter, 25 psikolog dan 27 tenaga ekonomi akuntansi. “Selain itu juga telah merekrut tenaga bidan dan perawat bagi puskesmas rawat inap,” jelasnya.Dalam rangka memeriahkan Hari Kesehatan Nasional ke 50, 12 November akan diperingati di Sleman pada puncak acara tanggal 4 Desember. HKN diperingati dengan berbagai kegiatan yang telah dimulai sejak Oktober 2014 diantaranya dengan lomba keteladanan untuk memacu kinerja petugas fungsional serta para kepala UPT.
Pada 16 November akan dilaksanakan komitmen untuk tidak merokok dengan cap 5 jari. Pada tanggal 21 November akan digelar gebyar husada berbarengan dengan peringatan hari guru serta deklarasi stop buang air besar sembarangan (BABS). (fid/din/ong)