ZAKI MUBAROK/RADAR JOGJA
KORBAN UU ITE: Ervani Emy Handayani menyerahkan kembali lipstik kepada suaminya, Alfa Janto, dari balik jeruji tahanan PN Bantul, kemarin (kanan). Ervani saat duduk di kursi terdakwa

Sidang Perdana Pencemaran Nama Baik melalui Facebook

grafis-facebookBANTUL – Terdakwa Ervani Emy Han-dayani, 29, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, kemarin (11/11). Pada sidang dengan agenda pem-bacaan dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) ini, tim penasihat hukum Ervani mengaju-kan penangguhan penahanan
Hamzal Wahyudin SH, ang-gota tim penasihat hukum Er-vani menegaskan, ada 50 orang yang bersedia menjamin atas penangguhan penahanan Er-vani. Ke-50 orang ini berasal dari berbagai elemen masyara-kat. Meliputi kerabat Ervani, anggota serikat buruh, hingga Forum Solidaritas Korban UU ITE yang kemarin ikut membe-rikan dukungan.
“Ini agar terdakwa tidak ditahan sampai putusan pengadilan nanti,” terang Hamzal, usai JPU F Dani Prasoko membacaan dakwaan. Ervani ditahan di La-pas Wirogunan sejak 29 Oktober. Ervani langsung ditahan pada pemeriksaan pertamanya seba-gai tersangka.Hamzal menilai, posting-an Ervani di media sosial Facebook pada 3 Juni hanya bermuatan kritik, bukan pencemaran nama baik. Kala itu Ervani me-nulis status di Facebook beru-pa “Iya sih pak Har baik. Yg gak baik itu yang namanya Ayas dan spv lainnya… Kami rasa dia gk pantas dijadikan pimpinan Jolie Jogja Jewelery. Banyak yg lebay dan msh labis sprt anak kecil!”
Curhatan Ervani melalui med-sos ini sebagai rasa kekesalannya atas pemecatan suaminya ber-nama Alfa Janto oleh manajemen Jolie Jogja Jewelery pada 13 Ma-ret lalu. Usai dipecat, warga Gedongan, Bangunjiwo, Kasihan, itu tak diberikan hak pesangon dan gaji terakhir.
“Dalam persidangan nanti kita buktikan. Apakah benar manajemen memperlakukan karyawannya dengan tidak baik,” ucapnya. Selain penangguhan penahanan, tim penasihat hukum Ervani pada persidangan be-rikutnya juga mengajukan eksepsi.
Dalam nota dakwaannya, JPU F Dani Prasoko menyatakan, terdakwa dijerat dengan Pasal 45 Ayat 1 juncto Pasal 27 Ayat 3 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. Itu karena ter-dakwa telah mendistribusikan atau mentransmisikan pos-tingan di media sosial Facebook yang bermuatan pencemaran nama baik terhadap pimpinan Jolie Jogja Jewelery bernama Diah Sarastuty atau yang akrab disapa Ayas. Sebagaimana di-ketahui, Ayas ini adalah orang yang melaporkan Ervani atas pencemaran nama baik ke-pada dirinya.
Sementara itu, majelis hakim yang diketuai Sulistyo Muhamad Dwi Putro memberikan waktu kepada JPU untuk memper-timbangkan permintaan penang-guhan penahanan yang diajukan tim penasehat hukum Ervani. “Biarkan beliaunya (JPU) untuk salat istikharah dulu,” tuturnya.Dia menambahkan, mulai pe-kan depan persidangan akan digelar sebanyak dua kali selama lima hari kerja, agar cepat kelar. Yaitu pada hari Senin dan Kamis.

Ervani Tak Tahu UU ITE

Suparmi langsung menyelinap di antara kerumunan seratusan orang yang berkumpul di halaman PN Bantul, kemarin. Pe-rempuan paruh baya ini berlari menuju arah timur setelah mo-bil yang membawa tahanan masuk ke halaman PN Bantul. Rupanya, perempuan berke-rudung itu mengetahui mobil yang membawa anaknya bakal berhenti dan menurunkan anaknya di sisi timur gedung utama PN Bantul.
Isak tangis pecah ketika ter-dakwa Ervani Emy Handayani turun dari mobil berwarna biru gelap tersebut. Suasana haru kian terasa manakala Ervani berjalan menuju ruang tahanan pengadilan. Suparmi yang telah menunggu di salah satu lorong pengadilan, langsung memeluk Ervani. Ibu dan anak ini sama-sama tak mampu menahan rasa haru dan isak tangis. “Anakku… Anakku bukan pem-bunuh. Anakku bukan penjahat. Bebaskan anakku!,” teriak his-teris Suparmi saat memeluk Ervani.
Setelah beberapa detik, petu-gas lantas membawa Ervani ke ruang tahanan pengadilan. Su-parmi pun terkulai lemas. Dia jatuh pingsan hingga akhirnya dibopong sejumlah kerabat kelu-arganya menuju ruang tunggu pengadilan
Kemudian kerabat, tetangga hingga anggota serikat buruh bergiliran menemui Ervani yang telah berada di dalam ruang tahanan pengadilan. Meski se-sekali tak kuasa menahan rasa tangis, Ervani berusaha tampak tegar. Perempuan berjilbab ini tetap berusaha tersenyum di hadapan sejumlah orang yang memberikan dukungan moral kepadanya.
“Mohon doa dan dukungannya. Saya ingin bebas,” ucap Ervani.Ervani sendiri mengaku tak mengetahui apa UU ITE. Dia pun tak menyangka curahan hatinya melalui media sosial Facebook bakal berujung di kursi pesakitan pengadilan. “Padahal kemarin (sebelum ditahan) saya sudah berencana merayakan hari ulang tahun pernikahan kami yang kelima,” urai perempuan yang masih berstatus mahasiswa ini. Ervani ditahan pada 29 Okto-ber, bertepatan dengan ulang tahun pernikahannya yang ke-lima. Tentunya ini menjadi kado ulang tahun pernikahan terburuk dalam hidupnya.
Alfa Janto, suami Ervani menu-turkan, pernah mencoba me-nyelesaikan persoalan ini mela-lui jalur kekeluargaan. Hanya saja, sang palapor tak bersedia menemuinya.”Dia hanya berkeluh kesah karena saya di PHK tanpa menda-patkan uang pesangon dan gaji terakhir. Dia nggak bermaksud menghina. Karena dia tertekan secara ekonomi,” paparnya.
Ada seratusan orang yang ha-dir pada sidang perdana Ervani. Mereka dari berbagai elemen masyarakat. Mulai kerabat, te-tangga, anggota serikat buruh, hingga Forum Solidaritas Korban UU ITE. Selain memberikan dukungan moral, massa yang mengenakan ikat kepala bertu-liskan “Bebaskan Ervani!!!” juga meminta penangguhanan pena-hanan. (zam/laz/ong)