WONOSARI – Meski sudah memasuki musim peng-hujan, Dinsosnakertrans masih menerima permintaan bantuan air bersih dari masyarakat. Jadi warga tidak perlu khawatir jika membutuhkan dropping air bersih.Kepala Dinsosna-kertrans Gunungkidul Dwi Warna Widi Nugraha mengatakan sampai saat ini pi-haknya masih me-nerima permintaan bantuan air bersih dari masyarakat. Ter-lebih total anggaran dropping air di tahun 2014 sebesar Rp 821 juta, masih tersedia Rp 321 Juta.
“Sisa anggaran ter-sebut akan diguna-kan untuk mem-bantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” kata Dwi Warna, kemarin (11/11).
Dia menjelaskan dengan ini pihaknya akan melakukan dropping air ke sejumlah desa meski hujan sudah mulai turun. Dropping baru akan dihentikan jika benar-benar sudah tidak ada permintaan dari warga. “Dropping masih kita lakukan. Permintaan masih terus mengalir,” ujarnya.Menurutnya dropping air baru dihentikan jika hujan sudah turun selama dua pekan berturut-turut. Sebab hingga sekarang hujan belum turun secara merata di semua wilayah. Itu karena intensitasnya masih kecil sehingga sumber-sumber air tumpuan warga masih mengering.
“Tapi kami bersyukur, hujan bisa mengurangi jumlah warga yang kesulitan mendapatkan air bersih,” ucapnya.Sementara itu, Kepala Bidang Sosial Dinsosnakertrans Gunungkidul CH Suyatmiyatun mengatakan dengan berakhirnya musim kemarau, warga bisa mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dari tampungan air hujan. Namun dia mengingatkan, bak penampungan sebelum digunakan dibersihkan terlebih dahulu. “Untuk menjaga kesehatan dan terhindar dari penyakit, bak penampungan air harus dibersihkan sebelum digunakan,” kata Suyatmiyatun. (gun/ila/ong)