MAGELANG – Pemkot Magelang tetap bungkam soal tertundanya belasan proyek Tahun Anggaran (TA) 2014. Di antaranya pembangunan kembali Pasar Stres yang terbakar Januari 2013, di mana proses lelang dimenangkan CV Baja Persada. Juga pembangunan Gedung Latihan Kerja (BLK) di Kebonpolo senilai Rp 3 miliar. Termasuk pembangunan air mancur di Alun-alun, pembuatan sidatan untuk mengurangi kemacetan di depan Artos Mal, dan lainnya. “Kami masih berkoordinasi dengan Bagian Pembangunan dan SKPD lain soal (jawaban) itu,” kata Plh Kabag Humas Protokol dan Santel Kota Magelang Aris Witjaksono, kemarin (11/11)
Saat ditanya soal pembangunan Pasar Stres yang tidak segera dilaksanakan, Aris yang keseha-riannya menjabat Asisten Hu-bungan Masyarakat Perlengkapan dan Umum mengaku ada per-soalan dalam perencanaan. “Soal Pasar Stres, setelah ada pemenang lelang dan tinjau lapangan yang pertama, di-temukan ada kesalahan dalam perencanaan. Untuk lebih jelas-nya, sedang disiapkan rilis soal itu,” ungkap Aris.
Sebelumnya, Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahte-raan Rakyat Sumartono maupun Kabag Pembangunan Taufik Nurbakin enggan menjawab pertanyaan koran ini soal banyaknya proyek yang ter tunda. Berdasar informasi yang ter-ungkap dalam Rapat Pengen-dalian Operasional Kegiatan (POK) Rabu (29/10), ada sekitar 14 proyek yang belum atau tidak bisa dilaksanakan Tahun Ang-garan 2014.
“Kalau jumlahnya benar 14 proyek atau tidak, kami lupa,” kata Aris seperti yang ditutur-kan Kabag Pembangunan Taufik Nurbakin sebelumnya.
Sebelumnya, Ketua DPC Partai Keadilan dan Persatuan Indo-nesia (PKPI) Kota Magelang Sriyanto berharap soal pe nundaan proyek tersebut bukan bagian strategi untuk upaya pemenangan Pemilu Kepala Daerah (Pemi-lukada) 2015 mendatang. Me-ngingat dalam Pemilihan Wali Kota Magelang 2010, Tim Peme-nangan Pasangan Sigit Widyo-nindito- Joko Prasetyo banyak berasal dari kalangan pe ngusaha jasa kontruksi. Saat itu, posisi Sigit Widyonindito adalah Ke-pala DPU.
Sriyanto menduga ter tundanya proyek tersebut karena gagal dalam soal deal tertentu. “Sudah jadi rahasia umum, kalau proyek biasanya akan di-berikan pada mereka yang men-dukung,” ungkap Sriyanto.Koordinator Masyarakat Per-kotaan (Maskot) Magelang Suharto menilai ada kejanggalan proyek Pasar Stres yang dilelang dan ada pemenang, tetapi tak segera dilaksanakan. “Infonya, proyek ada masalah dalam soal perencanaan. Bagaimanapun juga, itu sudah dilelang. Harus-nya kalau ada persoalan, di-tanyakan saat aanwijzing. Lha kalau berani menawar dan tidak ada persoalan dalam aanwijzing, berarti paham dan tidak ada masalah lagi,” jelasnya.
Suharto yang pernah melapor-kan Wali Kota Sigit Widyonindito soal dugaan pemalsuan dokumen negara dalam pembentukan Lembaga Informasi Publik me-lihat, masalah pembangunan Pasar Stres merupakan fenomena gunung es proyek-proyek di Kota Magelang.
“Kasus ini ada kesalahan kolektif. Sisi pemborong atau rekanan kalau sampai tidak melaksana-kan, artinya tak mempunyai komitmen atas apa yang telah dilakukan. Di sisi perencana, kalau sampai salah dalam pe-rencanan, berarti pekerjaannya asal-asalan. Pihak teknis dari Pemkot Magelang ikut salah dan tidak cermat dalam mengkoreksi pekerjaan perencanaan,” kri-tiknya. (dem/hes/ong)