FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
BIKIN REPOT: Para pedagang di Pusat Kuliner Tuin Van Java Alun-alun Kota Magelang tengah memperbaiki tenda yang seringkali bocor.
MAGELANG – Musim hujan telah tiba, hampir setiap hari Kota Magelang menerima tumpahan air dari langit. Saat seperti itu, para pedagang dan pengunjung di Pusat Kuliner Tuin Van Java Alun-alun Kota Magelang harus berhadapan dengan persoalan hujan. Karena atap yang merupakan branding salah satu perusahaan minuman saat ini ber-masalah
Selain dari sisi sambungan antaratap yang menimbulkan kebocoran, problem banjir dan tempiasnya air hujan cukup merepotkan mereka.Mengatasi hal tersebut, salah satu pedagang makanan, Luis Lazuardi bersama beberapa orang memasang terpal mengatasi kebocoran akibat sambungan dan atap yang sudah uzur. Meng-ingat branding tersebut sudah tiga tahun lebih terpasang di pusta kuliner tersebut.
“Sudah tiga tahun terpal tenda kuliner ini belum diganti, se-hingga banyak yang bocor,” ungkap Luis, yang dibenarkan beberapa pedagang kuliner lain-nya, kemarin (11/11).
Mereka menambahkan, kalau datang hujan, tenda kuliner pasti trocoh. Terutama di sam-bungan-sambungan tenda, se-hingga banyak pengunjung yang kurang nyaman jajan di tempat itu. Terutama saat hujan. Karenanya, para pedagang berharap ada perhatian Pemkot Magelang terhadap persoalan tersebut. “Jika tenda yang ada tidak bocor, pastinya pengunjung lebih nyaman menikmati sajian kuliner di sini, meski saat hujan deras,” katanya.
Penggiat Hak Asasi Manusia (HAM) di Kota Magelang Agung Nugroho mengaku, prihatin dengan adanya hal tersebut. Ia berharap pemerintah daerah memberi perhatian pada pe-dagang. Ia melihat, keberpihakan pemkot belum maksimal.
“Atap tempat parkir di Halaman Kantor Disporabudpar meski belum tiga tahun dan belum bocor saja sudah diganti. Ke-napa ini kok harus ber lama-lama. Padahal penggunaan dan man-faat, jauh lebih berguna jika anggaran yang ada untuk mem-perbaiki atap pusat kuliner,” kritiknya.
Pria yang bergabung dalam Human Right Community ini juga membandingkan persoalan perbaikan atap dengan pengas-palan di Kota Magelang. Pemkot cepat melakukan perbaikan jalan aspal hotmix, padahal kondisi-nya masih bagus. “Kenapa kalau ngaspal cepat-cepat dilakukan. Tetapi untuk memperbaiki atap harus me-nunggu keluhan dulu,” sindirnya. (dem/hes/ong)