Kapolda Akui Kerja Ekstra Buru Pelaku Penembakan

SLEMAN – Wacana keterlibatan tim Den-sus 88/AT dalam penyelidikan kasus pe-nembakan mobil pribadi mantan Ketua MPR Amien Rais, belum diketahui secara pasti. Polda DIJ sebagai pihak yang me-nangani kasus teror ini, masih menerjunkan sumber daya yang ada, mulai dari Polda DIJ sampai tingkat Polsek.
Kapolda DIJ Brigjen Pol Oerip Subagyo mengatakan, pada prinsipnya Polda DIJ masih melakukan upaya-upaya yang sebe-lumnya sudah disampaikan. Saat ini yang bekerja di lapangan adalah tim yang sudah dibentuknya. Mulai dari tim olah TKP, tim Labfor, tim gabungan Polda DIJ, Polres Sle-man, hingga Polsek Depok Timur. “Kami juga dibantu tim dari Bareskrim Mabes Polri. Pelaksanaan secara umum dikendalikan Dit Reskrimum Polda DIJ,” kata Kapolda kemarin (11/11)
Disinggung adanya wacana keterlibatan tim Densus 88/ Antiteror dalam penyelidikan kasus ini, Kapolda menegaskan pihaknya masih menggunakan sumber daya yang ada. Namun demikian, kalaupun dalam perjalanan nanti memang diperlukan, maka pihaknya akan memaparkan lebih men-dalam. Ditanya progres penyeli-dikan yang dilakukan Polda DIJ dalam kasus teror ini, jenderal bintang satu ini kembali me-negaskan bahwa sejauh ini belum ada perkembangan yang signifikan. Tim yang dibentuknya masih bekerja di lapangan, termasuk memperdalam berbagai po-tensi yang mungkin mengarah pada awal mula kejadian tersebut. “Sejauh ini belum ada tam-bahan. Semua potensi terus dalami. Sejauh ini tim masih bekerja,” ujarnya.
Peristiwa penembakan mobil Toyota Harrier AB 264 AR milik Amien Rais yang tengah di parkir di halaman rumahnya, Pande-ansari, Condongcatur, Depok, Sleman, Kamis (6/11) lalu se-kitar pukul 02.00 masih tanda tanya. Tidak adanya saksi ma-ta cukup menjadi kendala Polda DIJ dalam mengusut kasus ini.
Kapolda sendiri mengatakan, tidak adanya saksi mata dari awal kejadian, membuat pihaknya harus bekerja ekstra. Selain itu, untuk segera menemukan titik terang soal kasus ini, polisi harus mencari petunjuk lain yang bisa mengarahkan pada langkah penyelidikan. “Termasuk ana-lisis dari CCTV juga belum adahasilnya,” imbuhnya.
Kasus penembakan terhadap mobil Ketua MPP PAN ini ba-nyak menyita perhatian. Terakhir, Komisi Nasional Hak Asasi Ma-nusia (Komnas HAM) juga ikut menyelidiki kasus ini. Saat itu, Komnas HAM menilai bahwa penembakan dilakukan secara terencana dan sistematis. Bahkan figur Amien Rais yang merupa-kan tokoh besar Indonesia bisa sampai mendapatkan teror se-macam ini. Praktis hal ini memun-culkan analisa jika pelaku sudah menentukan target sasaran.
“Amien Rais diperlakukan se-perti ini. Ada dugaan target pi-lihan, ada perencanaan, dugaan dilakukan terencana dan siste-matis. Ini yang akan kita buktikan,” ujar anggota Komnas HAM Ma-nager Nasution yang mengunjungi rumah Amien Rais belum lama ini. (fid/laz/ONG)