GUNAWAN/RADAR JOGJA
PEDULI: Wakil Bupati Immawan Wahyudi mengunjungi salah satu korban kekerasan seksual, kemarin (11/11). Immawan berharap keluarga bisa memberikan dukungan moral.

Beri Dukungan Moral, Wabup Kunjungi Rumah Korban

GUNUNGKIDUL – Kasus kekerasan seksual di Gunungkidul sudah sampai di titik nadir. Ada banyak kasus yang membuat prihatin. Mulai kasus kekerasan yang dialami penyan-dang disabilitas yang diperkosa ramai-ramai dan berakhir dengan uang damai. Anak sekolah dasar (SD) mencabuli anak taman kanak-kanak (TK). Ada pula kasus ayah menyetubuhi anak kandung hingga berkali-kali. Perlu kekuatan besar untuk menghentikan kejahatan tersebut di bumi Handayani.
Kasus kekerasan seksual yang merajalela ini membuat Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi turun tangan. Kemarin (11/11) Immawan mengunjungi rumah para korban. Tujuannya sebagai bentuk empati sekaligus memberikan dukungan moral maupun spiritual kepada para korban maupun keluarga.Ada dua lokasi yang dikunjungi. Pertama di Kecamatan Playen, di mana seorang penyandang disabilitas diperkosa oleh tetangganya sendiri hingga berbadan dua. Kasus ini diselesaikan dengan cara damai. Para pelaku hanya dihukum adat dengan ganti rugi sejumlah uang. Namun kabar terbaru, salah satu pelaku mengaku siap bertanggung jawab untuk menikahi.
“Tolong, ini usia kandungan (korban) sudah delapan bulan. Biaya persalinan dan seterusnya segera diurus. Sampaikan juga kepada pak Dwi Warna (Kepala Dinsosnakertrans) untuk mem-prioritaskan renovasi rumah,” kata Immawan kepada salah seorang pegawai Dinsosnakertran peserta rombongan, kemarin.Tokoh dari organisasi Muhammadiyah itu kemudian berpamitan untuk bergegas meluncur ke Kecamatan Gedangsari.Kun-jungan ke dua adalah korban kekerasan seksual yang dialami anak di bawah umur. Beberapa waktu lalu kasusnya mencuat karena sempat dilaporkan ke aparat kepolisian.
Immawan mengungkapkan memerlukan kekuatan besar untuk menghentikan kasus kekerasan seksual. Pemkab terus meng-kampanyekan kepada semua pihak untuk waspada dan peduli terhadap warga korban kekerasan seksual. “Pelaku kekerasan anak harus didik, sementara pelaku orang dewasa bertobatlah,” tegasnya.
Sementara itu, aktivis LSM Rifka Annisa M Thonthowi mengucapkan terima kasih kepada wabup karena aktif dalam penanganan kasus korban kekerasan seksual. Menurutnya dalam menangangi permasalahan ini harus saksama dan cermat. “Harus bersama-sama dalam mengeliminasi kasus-kasus kekerasan seksual. Tentu biaya yang dikeluarkan ketika sudah terjadi kasus akan lebih besar karena luka sosial melebar. Maka, kita harus bersama-sama menganti-sipasi mulai sekarang,” kata Thontowi. (gun/ila/ong)