Kirim Delapan Atlet Tidak Dibebani dengan Target

JOGJA – Pengprov Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) DIJ siap mem-berangkatkanatletnya dalam Kejurnas Tenis Meja yang digelar di Semarang 27-30 No-vember mendatang. Direncanakan delapan atlet akan dikirim untuk kejurnas ini.Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov PTMSI DIJ Bagya Rahmadi mengatakan, jumlah delapan atlet ini memang sesuai dengan kuota yang ditetapkan pengurus pusat PTMSI. Meskipun banyak, kuota delapan atlet ini tidak terlalu mengun-tungkan DIJ. Sebab Pengprov PTMSI DIJ sempat bingung menentukan siapa saja atlet yang akan dikirimkan.
“Kuota delapan atlet ini terdiri dari em-pat putra dan empat putri. Jumlah ini memang cukup, tetapi kami sempat kesu-litan menentukan nama-namanya,” ujar-nya kemarin (11/11).Untungnya, Pengprov PTMSI DIJ baru saja menggelar Kejurprov yang berlang-sung di GOR Amongraga. Dari Kejurprov ini, Pengprov PTMSI DIJ akhirnya bisa memilih delapan petenis meja yang ber-tolak ke Semarang.
Adapun empat atlet putra yang mem-bela DIJ di Kejurprov adalah Dimas Nanda, Waisya, Januari, dan Nurhidayat. Sedang-kan empat petenis meja putrid adalah Indah, Risa, Dayu Bhara Tantri, dan Virna.”Kejurprov pada awal bulan ini benar-benar membantu kami. Ya, sekarang kami mudah saja ya. Tinggal mengirimkan atlet-atlet yang berprestasi di Kejurprov pada Kejurnas nanti,” ucapnya.
Meskipun memberangkatkan atlet-atlet unggulan, Bagya enggan memancang tar-get muluk untuk atlet-atlet DIJ. Dari dela-pan atlet tersebut Bagya menyatakan tidak ada satu pun yang ditargetkan meraih medali. “Soal target kami tidak muluk-muluk. Yang terpenting para pemain bisa menunjukkan performa hebat selama berlaga di Semarang. Kami Pengprov PTMSI DIJ sama sekali belum menentukan target medali di Kejurnas nanti,” jelasnya.
Kata Bagya, kejurnas kali ini lebih di-jadikan sebagai ajang pembinaan jang-ka panjang bagi para petenis meja DIJ. “Target kami lebih pada memperbaiki peringkat para atlet kami ini untuk nanti-nya bisa masuk peringkat papan atas nasional. Agar nanti kalau ada Pra PON pada 2015, setidaknya bisa masuk kualifikasi,” tandas Bagya. (nes/din/ong)