ADIDAYA PERDANA/RADAR JOGJA
RATA DENGAN TANAH: Salah satu rumah di Desa Kembanglimus, Kecamatan Borobudur rusak berat diterjang angin puting beliung.
MUNGKID – Angin puting beliung menerjang beberapa wilayah di Kabupaten Magelang. Selain puting beliung, angin kencang juga me-nerjang pemukiman penduduk dibarengi hujan deras. Akibat-nya, pepohonan tumbang dan rumah-rumah penduduk me ngalami rusak.
Bencana terbaru terjadi di Desa Kembanglimus, Kecamatan Boro-budur. Angin puting beliung me-nerjang Dusun Bumen, Tidaran, Wo-notigo, dan Sembungan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ter-sebut. Namun diperkirakan ada 105 rumah penduduk yang me-ngalami rusak ringan, sedang, dan berat. Kerugian diperkirakan men-capai puluhan juta rupiah.
“Akibat peristiwa ini, selain rumah rusak, pohon pada tumbang. Genteng atap rumah dan warung juga rontok,” ungkap Edi, salah satu relawan kemarin (11/11).Selain di Borobudur, di Ke camatan Salaman juga terjadi hal serupa. Beberapa pohon di pinggir Jalan Salaman bertumbangan. Warga dan relawan membersihkan puing-puing pepohonan itu dengan peralatan seadanya.
Untuk di Desa Kembanglimus, rumah milik Warsidi, warga Dusun Sembungan dan Tarwadi, 50, warga Dusun Tidaran, Desa Kembanglimus rata dengan tanah. Menurut Tarwadi, saat angin datang bergulung-gulung menyapu semua pepohonan dan rumah yang ada di kampungnya. Ia merasa seperti kiamat saat angin itu yang me-robohkan rumahnya yang terbuat dari papan kayu
“Saya sudah lemas dan tidak bisa banyak bicara setelah angin merobohkan rumah saya,” ung-kap Tarwadi.Sementara itu, Pemerintah Desa Kembanglimus mencatat ada 109 rumah yang mengalami kerusakan akibat puting beliung tersebut. Dari jumlah tersebut,
tiga rumah milik Warsidi dan Dasmi, warga Dusun Sembung-an, serta rumah milik Tarwadi mengalami rusak berat. “Sedangkan 70 rumah menga-lami rusak sedang dan 36 me-ngalami rusak ringan. Kami masih terus melakukan penda-taan,” kata Kepala Desa Kembang-limus Panuju Iswoyo.
Panuju meneruskan, Pemdes baru melakukan pengajuan bantuan terkait rumah warga yang mengalami kerusakan. Pe ngajuan bantuan ke pemkab melalui Badan Penanggulangan Bencana Dae-rah (BPBD). Di desa Kembang limus tidak ada pos bantuan anggaran untuk rumah rusak.
“Sejauh ini, kami baru men-dapatkan bantuan logistik bagi yang menjadi korban. Seperti air mineral, selimut dan maka-nan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magelang Joko Sudibyo mengungkapkan, bencana angin tidak hanya di Kecamatan Boro-budur. Namun juga terjadi di Kecamatan Salam, Tempuran, dan Srumbung. “Secara keseluruhan ada lebih dari 300 rumah rusak tersebar di beberapa kecamatan itu,” papar Joko. (ady/hes/ong)