ADIDAYA PERDANA/RADAR JOGJA
TETAP SEMANGAT: Para siswa SDN Tempak 2 Kecamatan Candimulyo belajar di rumah warga karena bangunan SD tengah direnovasi.
MUNGKID – Kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa SDN Tempak 2 Kecamatan Candimulyo berbeda dengan sekolah lainnya. Ratusan siswa sekolah ini ter-paksa belajar di rumah penduduk, sejak sepekan terakhir.Ini dilakukan lantaran enam ruang kelas yang ada tengah direhab atau diperbaiki, setelah sekolah tersebut mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah-raga (Disdikpora) Kabupaten Magelang.
Kepala SDN Tempak 2 Suryadi me-ngatakan, sesuai jadwal, rehab ruang kelas berlangsung sejak 2 November – 31 Desember mendatang. “Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar terpaksa di-lakukan di beberapa rumah penduduk sejak Sabtu (8/11). Ada tiga rumah warga yang dipakai KBM siswa kelas I-IV,” papar Suryadi kemarin (11/11).Ia menyebut, selain rumah penduduk, ruang di Balai Desa Tempak juga dipakai KBM para siswa kelas V dan VI. Total ada 125 siswa yang terpaksa mengikuti KBM di luar lingkungan sekolah
“Namun, jadwal dan kegiatan tetap dilaksanakan seperti hari biasa. Termasuk jam belajarnya,” imbuh Suryadi.Kepala UPT Disdikpora Ke-camatan Candimulyo Mantep S mengatakan, SDN Tempak 2 Candimulyo mendapatkan ban-tuan DAK untuk alokasi rehab sedang dan berat
“Rehab berat ada empat ruang kelas, yakni kelas I-IV. Setiap kelas mendapat alokasi bantuan sebesar Rp 69,5 juta. Sedang rehab ringan kelas V dan VI, per kelasnya mendapat alokasi se-besar Rp 41,5 juta,” katanya.Ia menyebut, selain enam ruang kelas tersebut, ada dua ruang lain yang ikut dibongkar akibat atap-nya ambrol. Yaitu ruang guru dan kepala sekolah (kepsek). Ambrolnya dua ruang itu di-sebabkan terjangan angin kencang dan hujan deras yang terjadi pada beberapa waktu lalu (25/10).
Sementara itu, umur kayu- kayu plafon dan penyangga atap juga sudah tua sehingga keropos dan lapuk. “Kedua ruang itu tetap ikut dibongkar. Kondisinya untuk sementara dibiarkan, karena tidak ada alokasi dana untuk perbaikan,” katanya.Salah satu siswa kelas IV, Firman Setya Andhika mengaku lebih suka belajar di dalam ruang kelas sekolahnya karena lebih nyaman. “Semoga cepat selesai agar kami kami bisa belajar di kelas lagi,” katanya. (ady/hes/ong)