HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
BUDAYA MEMBACA: Perpustakaan Republik Indonesia bertekad meningkatkan budaya minat membaca masyarakat melalui perpustakaan sebagai sahabat pintar keluarga di daerah.
KULONPROGO – Sampai saat ini, rasa dendam terhadap kabupaten Kulonprogo masih ada di benak Kepala Perpustakaan Republik Indonesia Dra Hj Sri Sularsih, MSi. Pasalnya, dimasa kecilnya di kabupaten ini, tepatnya di Kecamatan Panjatan, dirinya mengaku kesulitan untuk menemukan buku bacaan. Pernyataan itu diungkapkan saat memberikan sambutan Sosialisasi Peran dan Fungsi Perpustakaan di Gedung Kaca Kabupaten Kulonprogo, belum lama ini. Sularsih mengung-kapkan rasa dendam yang dilontarkan itu diartikan secara positif, yakni diwujudkan dengan niat dan tekadnya untuk memajukan perpustakaan di Kulonprogo. Ia juga bertekad meningkatkan budaya minat membaca masyarakat melalui perpustakaan sebagai sahabat pintar keluarga.
“Kebiasaan membaca masyarakat Indonesia hanya satu buku dalam seminggu. Jauh jika dibandingkan warga luar negeri. Nah, kami tengah memprogramkan membaca delapan buku dalam satu minggu melalui perpustakaan keliling ke desa-desa,” ungkapnya.
Dijelaskan Sularsih, tahun 2015 seluruh pembangunan perpustakaan di desa yang sudah di rintis akan selesai. Dengan begitu, tidak ada lagi desa yang tidak mempu-nyai perpustakaan. Perpustakaan RI juga mengembangkan layanan digital untuk mendaftar sebagai anggota perpus-takaan melalui website www.pnri.go.id. “Kami juga membuat e-group yang dapat diakses oleh masyarakat. Saya ucapkan terima kasih atas segala dukungan dari Pemda Kulonprogo dan seluruh masyarakat,” ucapnya.Bupati Hasto dalam kesempatan itu menyampaikan, membaca adalah hal yang sangat vital. Dengan kebiasaan membaca, generasi muda di Kulonprogo digadang bisa menjadi generasi yang berilmu dan memiliki visi yang besar. (tom/ila/ong)