FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
BARENG-BARENG: Seluruh TNI, relawan dan masyarakat bahu-membahu memperbaiki tembok yang longsor serta rumah milik Muji Iriyanto, korban longsor.

Pemkot Magelang Terakhir Merespons Bencana Longsor

Terlambat membantu lebih baik tidak sama sekali. Meski respons kurang cepat, akhirnya Pemkot Magelang memberi bantuan pada korban tanah longsor yang terjadi beberapa waktu lalu.
FRIETQI SURYAWAN, Magelang
SIAPA saja tidak ingin mengalami ben-cana. Namun, saat bencana datang, tak ada seorangpun yang mampu menolaknya. Seperti yang terjadi di Kelurahan Gelangan baru-baru ini.Bencana longsor yang terjadi di Kelurahan Magelang akhirnya direspons Pemkot Magelang. Kemarin (11/11), digelar rapat koordinasi bersama satuan kerja perangkat
Daerah (SKPD) terkait. Hasilnya, pemerintah berjanji membantu korban dan berupaya mencegah peristiwa serupa terjadi di lain waktu. “Beberapa SKPD terkait telah didikumpul-kan untuk koordinasi. Termasuk kami yang mengundang lurah setempat untuk men-jelaskan kronologi kejadiannya. Lurah me-nyampaikan sudah disepakati antara korban, Muji Iriyanto dan Aminudin, pemilik tanah pekarangan yang longsor. Keduanya sepakat masalah tersebut diselesaikan secara ke-keluargaan,” kata Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Magelang Wagiman
Ditambahkan, meski ada ke-sepakatan tersebut, Pemkot Magelang secara tidak langsung tetap bertanggung jawab. Yakni akan membantu kedua belah pihak dalam mengatasi masalah tersebut. “Pemkot melalui Disnaker-transos akan memberikan bantuan alat-alat rumah tangga pada korban Muji. Termasuk PMI yang membantu uang tunai Rp 1 juta dan alat-alat cangkul,” ungkapnya.
Ditambahkan, Dinas Peker-jaan Umum (DPU) Kota Magelang juga akan membantu pem-bangunan kembali talud yang tidak kuat menahan longsoran tersebut. “Hal ini guna menjawab kekhawatiran warga terkait ada kondisi tanah serupa yang ber-dekatan dengan lokasi kejadian. Wilayah itu masuk RW 6, yang mana kondisi tanah di lereng tebing sudah mulai retak dan dikhawatirkan longsor,” kata-nya.
Terpisah, Ketua RW 6 Kelura-han Gelangan St Darmono mengemukakan, ada tanah di wilayahnya yang dalam kon-disi mengkhawatirkan. Tanah itu berdekatan dengan lokasi longsor. Bila tidak diperhatikan, dipastikan akan terjadi longsor susulan. “Tanah itu milik salah seorang warga yang posisinya di lereng. Tanah itu sudah ditanggul, yang waktu itu biaya pembuatannya dari dana PNPM 2013. Sekarang, sudah ada tanda-tanda retak di beberapa bagian. Kami khawa-tir, kalau hujan terus-menerus, akan membuatnya longsor,” jelasnya.
Seperti diketahui, hujan deras yang mengguyur Kota Magelang sepanjang Minggu petang (9/11) mengakibatkan musibah tanah longsor di Kampung Gelangan, RT 01/RW 05, Kelurahan Ge-langan, Magelang Tengah.Tebing setinggi empat meter longsor dan merusak rumah Muji Irianto, 52, yang berada di bawahnya. Memang tak ada korban jiwa pada kejadian ter-sebut. Hanya, sebagian rumah pria yang akrab disapa Bogel ini rusah parah. Mulai kamar, ruang tamu, dapur, kamar mandi, dan atap rumah. Saat ini, rumah ter-sebut belum bisa ditempati dan sementara waktu anak dan istri Bogel menginap di rumah saudaranya yang tidak jauh dari lokasi bencana.
Rumah bogel tertimpa pondasi pekarangan Aminudin yang dalam tiga bulan terakhir tengah ditata menjadi taman buah-buahan. Antara Bogel dan Aminudin terjadi kesepakatan dalam soal perbaikan rumah. “Kerugian Rp 25 juta. Pihak Pak RT (Aminudin) berjanji mem-bantu,” kata Bogel.Pihak TNI dibantu relawan dari Tagar dan Guruh Merapi Kabupaten Magelang terjun mem-perbaiki dan membersihkan longsor. Termasuk rumah Bogel, agar bisa ditempati. (*/hes/ong)