RADAR JOGJA FILE
BERJUANG KERAS: Pertandingan Tim DIJ saat dikalahkan Tim Banten dalam laga perdana gelaran kualifikasi PON Remaja 2014 Wilayah III di Stadion Jatidiri Semarang (3/11).

Tidak Ada Dana untuk Sepak Bola

JOGJA – Euforia lolosnya Tim Sepak Bola Remaja DIJ ke babak utama PON Remaja 2014 sepertinya hanya dirasakan sesaat. Sebab, untuk memberangkatkan tim ke Jawa Timur (Jatim) bulan depan, Asprov PSSI DIJ bakal mengalami kesuli-tan dana. KONI DIJ memastikan tidak akan men-gucurkan dana untuk menyertakan tim sepak bola di PON Remaja itu. Ya, karena mengalami kesulitan dana, KONI DIJ ha-nya akan menggelontorkan uang pada sepak bola jika mereka mampu menjadi juara Wilayah III di ajang Kualifikasi PON Remaja beberapa waktu lalu.
Menurut Kabid Binpres KONI DIJ Agung Nugroho, untuk cabang olahraga (cabor) yang kualifikasinya diselenggarakan dengan babak wilayah, KONI DIJ hanya membe-rangkatkan peringkat satu saja. Sedangkan untuk cabor yang kualifikasinya dihelat dengan sistem peringkat nasional, hanya penghuni empat besar yang bisa menda-patkan dana. “Sudah berulang kali kami utarakan kalau dana kami sangat minim. Untuk itu sepak bola harus juara Wilayah III jika ingin diberangkatkan ke PON Re-maja. Tapi kenyataannya mereka hanya meraih runner up,” ujarnya.
Agung menyatakan, jika sepak bola ing-in berangkat, KONI DIJ tetap mempersi-lahkannya. Hanya saja mereka wajib meng-gunakan dana mandiri. “Kalau mau be-rangkat ya harus pakai dana mandiri,” tambahnya.
Terpisah, penanggungjawab tim sepak bola remaja DIJ Edyanto menegaskan ka-lau pihaknya akan berusaha hingga titik darah penghabisan demi memberangkat-kan tim DIJ ke Jatim. Sebab, PON Remaja juga menjadi salah satu tolok ukur pem-binaan sepak bola di daerah. Terlebih lagi, penampilan DIJ di kualifikasi PON Remaja juga sangat ciamik.
Ya, Aswandanu Bagas dkk berhasil mengan-daskan DKI Jakarta dan Jawa Barat (Jabar) untuk mendampingi Jawa Tengah (Jateng) mewakili Wilayah III. Sangat disayangkan bila tim sepak bola remaja DIJ ini tidak tampil di PON Remaja. “Mereka (pemain-pemain DIJ) terbukti tampil sangat hebat. Nyaris tersingkir mereka justru bisa me-nyapu bersih dua kemenangan di laga terakhir untuk lolos ke Jatim. Sayang se-kali bisa sampai tidak berangkat ke PON Remaja,” terangnya.
Saat ini Edi menyatakan dirinya se-gera melakukan komunikasi intensif dengan petinggi-petinggi Asprov PSSI DIJ. Kata dia sekalipun dana pas-pasan, ikut PON Remaja merupakan sebuah keharusan. (nes/din/ong)