Hinca: Ini Bagian dari Kasus yang Lebih Besar

SLEMAN – Komisi Disiplin (Komdis) PSSI sudah membe-rikan putusan hukuman kepada para pelaku sepak bola gajah antara PSS Sleman v PSIS Se-marang tadi malam. Sayangnya, Ketua Komdis PSSI Hinca Pand-jaitan belum memberikan pen-gumuman hukuman tambahan apa yang sudah diputuskan.
Yang jelas, kata Hinca, huku-man untuk klub sudah jelas. PSS dan PSIS tetap terdiskua-lifikasi dari kompetisi Divisi Utama 2014. Dengan kata lain, dua tim ini tidak mungkin lagi melanjutkan petualangan di babak semifinal kompetisi kasta kedua. “Intinya untuk klub kan sudah jelas, PSS dan PSIS diskualifikasi. Sekarang kami kan fokus kepada aktor-aktornya,” papar pria yang juga doktor bidang hukum tersebut.
Kata Hinca, keputusan sidang komdis tadi malam berisikan sekitar 30 poin. Hukuman-hu-kuman diberikan kepada pela-tih, pemain dan manajemen yang dianggap terlibat dalam skandal sepak bola gajah ini. “Ada 30 putusan, banyak sekali. Nggak bisa diumumkan sekarang. Se-bab mengumumkan ini kan harus membacanya secara pelan-pelan,” ungkapnya.
Yang jelas, kata Hinca kasus ini sudah semakin serius. Setelah sidang tadi malam, komdis masih akan mengembangkan kasus ini. Apalagi ada dugaan kalau PSS v PSIS masuk dalam kategori pen-gaturan skor atau yang lebih po-pular disebut Match Fixing.Hinca menambahkan, skandal sepak bola gajah antara PSS v PSIS hanya bagian kecil dari skandal-skandal yang ada di sepak bola Indonesia. Kata Hinca banyak skanda-skandal yang lebih besar terjadi di Indo-nesia. Terutama yang berkaitan dengan pengaturan skor. “Ma-kanya baru-baru ini saya kan juga baru dari Medan untuk menyelidiki kasus besar ini. Kami sedang menyelidiki arah-nya kemana arahnya kasus ini. Kasus sepak bola gajah ini hanya bagian kecil dari skandal-skandal yang terjadi di Indonesia. Skandal ini akan coba kami ung-kap,” jelasnya.
Pria asal Sumatera Utara ini memastikan kalau pengaturan skor di Indonesia memang nyata. Bahkan Indonesian Super Lea-gue (ISL) yang terlihat sudah tertata juga terjangkit penyakit Match Fixing ini. (nes/din/ong)