Bentuk Keprihatinan Sekaligus Dukungan

JOGJA – Berita tentang salah sasaran penggerebekan perusa-haan pengembang game (Game-loft), oleh jajaran Polsekta Wiro-brajan, Senin (10/11), mengundang keprihatinan Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS). Agar salah gerebek tersebut tidak berdampak buruk pada perusahaan industri kreatif tersebut, wali kota meng-gelar pertemuan dengan pihak Gameloft, kemarin (11/11).
Dalam pertemuan yang ber-langsung pagi hari itu, Gameloft didampingi Kepala Badan Ko-ordinasi Penanaman Modal (BKPM) DIJ Supratikno. Belum diketahui secara persis hasil pertemuan tersebut, ka-rena baik dari Gameloft maupun HS masih enggan berkomentar. “Sudah, itu hanya salah paham saja,” ujar HS singkat.Sebagai bentuk dukungan ke-beradaan Gameloft di Kota Jogja, pagi ini (12/11), HS ren-cananya akan mengujungi kan-tor Gameloft di kawasan Wiro-brajan, Jogja.
Seperti diketahui, semangat polisi dalam memerangai per-judian online, kebablasan. Entah terlalu semangat atau memang salah informasi, Senin (10/11), polisi dibuat malu. Jajaran Pol-sekta Wirobrajan melakukan kesalahan dalam melakukan penggerebekan. Polisi pun ter-paksa balik kucing, karena yang digerebek ternyata perusahaan pengembang game, Gameloft yang berada di Wirobrajan.
Peristiwa memalukan tersebut, berawal dari sejumlah polisi ber-pakaian preman dengan upaya paksa hendak masuk ke kantor perusahaan game tersebut. Bahkan polisi tidak menghiraukan upaya satpam untuk melapor ke penang-gung jawab perusahaan. Dengan semena-mena, polisi memaksa masuk ke dalam ruang kerja pe-rusahaan game ternama itu. Kapolsekta Wirobrajan Kom-pol Aryuniwati membenarkan adanya penggerebekan dadakan di ruang kerja Gameloft. “Lang-kah ini kami lakukan sebagai bentuk antisipasi. Setelah menda-pat penjelasan dari penanggung jawab perusahaan, kami langs-ung pulang,” katanya.
Dijelaskan Aryuniwati, saat dilakukan pengerebekan di kan-tor perusahaan pengembangan games tersebut, terdapat sekitar 300 pegawai yang tengah menger-jakan software video game untuk dipasok ke berbagai penjuru dunia.(pra/jko/ong)

Salah Satu Investor Andalan DIJ

TAK hanya wali kota Jogja yang prihatin atas kesalahan peng-gerebekan oleh polisi. Badan Kerja Sama dan Penanaman Modal (BKPM) DIJ juga ikut elus dada terkait penggerebekan pe-rusahaan games, Gameloft. Agar peristiwa yang sama tak terulang, BKPM DIJ siap mem-berikan informasi seluas-luasnya terkait keberadaan investor di DIJ pada kepolisian
“Kesalahpahaman ini jangan sampai terjadi lagi, agar iklim investasi di DIJ semakin baik,” kata Kepala BKPMD Supratikto, kemarin (11/11).Menurut Supratikno, insiden penggerebekan Gameloft yang salah sasaran, Senin (10/11), sangat disayangkan. Karena Ga-meloft merupakan salah satu di antara investor andalan DIJ.
Sebelum penggerebekan, pihak kepolisian memang tidak ber-koordinasi dengan BKPMD. Sebab, dugaan kepolisian ter-kait indikasi judi online, tidak ada sangkut pautnya soal in-vestasi. “Kami sempat kaget juga,” ucap Pratikto.
Ia khawatir, insiden semacam itu bisa mengganggu iklim in-vestasi di DIJ. Padahal, baru sepekan lalu, ada 50 perusa-haan Amerika Serikat bertandang ke Jogja menawarkan kerja sama. “Semoga tidak ada yang kom-plain,” kata mantan jurnalis itu.Lebih jauh Supratikto menjelas-kan, Gameloft merupakan peru-sahaan berbasis IT yang nilai in-vestasinya mencapai USD 1 juta pada awal pembukaannya, empat tahun lalu. Saat itu karyawannya berjumlah 200 orang. Sekarang, Gameloft kian berkembang dan mampu menjaring tenaga kerja hingga 600 orang.
Perusahaan ini selalu men-jadi andalan Pemda DIJ dalam hal pengembangan SDM di bidang IT. “Kami selalu mempromosikan Jogja untuk menjaring investasi berbasis IT. Dan Gameloft itu didorong untuk bekerja sama dengan perguruan tinggi. Sangat bagus untuk pengembangan SDM,” tandas Supratikto. (eri/jko/ong)