grafis-dampak-puting
grafis-puting

BPBD Terus Lakukan Pendataan Jumlah Kerugian Warga

MUNGKID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang terus melakukan pendataan para korban angin puting beliung yang menerjang Kabupaten Magelang.Data sementara, ada 395 rumah rusak dengan kategori rusak berat dan ringan, setelah disapu angin puting beliung pada Selasa (11/11). Ke-395 rumah tersebut tersebar di lima kecamatan dari tujuh kecamatan yang diterjang puting beliung.
Selain itu, ada empat orang terluka akibat tertimpa atap rumahnya yang ambruk. Wilayah yang dilalui angin puting beliung itu, di antaranya Kecamatan Borobudur, Tempuran, Salaman, Mertoyudan, Salam, Ngluwar, dan lainnya
“Kami sudah berkoordinasi dengan TNI, Polri, serta relawan untuk melakukan pertolongan pertama. Di antaranya, mem-buka akses jalan dan bergotong-royong membersihkan puing-puing rumah yang ambruk serta membenahi rumah yang rusak,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magelang Joko Sudibyo, kemarin (12/11).
Joko meneruskan, BPBD juga membentuk tim yang melakukan pendataan dan menghitung jumlah kerugian pascabencana. Dalam dua hari, BPBD baru bisa bicara jumlah kerugian yang diderita.
“Yang jelas, saat ini kami tengah hitung berdasarkan by name by addres. Data ini penting, untuk memberikan bantuan yang akan diberikan Pemkab Magelang melalui dana tak terduga,” papar Joko.Sejauh ini, BPBD juga me-minta bupati menetapkan status darurat bencana angin puting beliung. Status ini dinilai penting, agar dana bantuan bagi korban bencana itu dapat segera dicair-kan.
“Angin puting beliung yang terjadi kemarin, tergolong besar, lama, dan mencakup wilayah yang luas. Ini kejadian pertama dalam 10 tahun terakhir di Kabupaten Magelang. Tak heran, jumlah kerusakan dan kerugian harta benda cukup banyak,” ungkapnya.
Jumlah kerusakan terparah ada di tiga kecamatan. Yakni Ke-camatan Borobudur, Tempuran, dan Mertoyudan. Di Desa Kembanglinmus, Kecamatan Borobudur, dari tujuh dusun yang ada, enam dusun yang yang terkena. Meliputi Dusun Buge-lan, Tidaran, Sembungan, Wonotigo, Gombong, Ngasinan, dan Bumen.
“Bencana terparah terjadi di Dusun Tidaran, yang menyebab-kan dua rumah ambruk dan melukai dua warganya. Total diwilayah ini ada 185 rumah rusak berat dan ringan,” katanya.Kecamatan terparah lain adalah Kecamatan Tempuran yang ter-jadi di Desa Ringin Anom dengan jumlah rumah rusak berat dan ringan mencapai 125 rumah. Kemudian, Kecamatan Merto-yudan yang terjadi di tiga desa. Meliputi Desa Kalinegoro, Pa-suruan, dan Donorojo dengan jumlah rumah rusak berat dan ringan ada 82 rumah.
“Selain tiga kecamatan itu, angin puting beliung yang ter-jadi kemarin juga melewati Ke-camatan Salam yang menyebab-kan tiga rumah rusak dan Keca-matan Srumbung yang me-nyebabkan lima rumah rusak. Untuk Kecamatan Salaman dan Ngluwar, hanya menyebabkan pohon tumbang serta akses Jalan Borobudur-Salaman sempat terputus, karena banyak pohon tumbang di jalan,” urainya.
Kades Sumberarum, Ke camatan Tempuran Muhzen Fanani men-jelaskan, desanya merupakan salah satu wilayah yang dilalui angin puting beliung. Akibat dari bencana itu, tercatat di Dusun Dimajar I ada 10 rumah rusak, Dimajar II ada 10 rumah rusak, serta Dusun Teluk juga ada 10 rumah rusak.
“Paling parah angin puting be-liung menerjang Dusun Kasuran. Ada satu rumah mengalami rusak berat milik Yusro,75. Sementara 5 rumah mengalami rusak sedang, dan ada 49 rumah rusak ringan. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 80 juta,” jelasnya.Bantuan berupa genteng dibe-rikan pada warga yang atap ru-mahnya rusak. Pihak desa tengah berkoordinasi dan melakukan pendataan, agar warga segera terpenuhi kebutuhannya.
Kades mengungkapkan, selain merusak rumah warga, angin puting beliung juga mengaki-batkan listrik di desanya padam. Warga terpaksa melaksanakan kegiatan tanpa listrik. Semen-tara itu, ada sebagian warga yang menggunakan diesel. “Ke butuhan warga yang men desak itu cuma air. Untuk listrik yang mati, kami menggunakan diesel. Mungkin besok listriknya baru me nyala, karena pohon-pohon yang tumbang baru dibereskan tadi,” katanya. (ady/hes/ong)