grafis-alkap-dewan-magelang
MAGELANG – Berbeda dengan pem bentukan tata tertib (tatib) dewan yang butuh lebih dari sebulan, pembentukan alat ke lengkapan (alkap) dewan hanya dua hari. Saat pembuatan tatib, wakil rakyat me-lakukan kunjungan kerja ke Jakarta dan Batam. Namun, pembentukan badan musyawarah (bamus), badan anggaran (banggar), badan kehormatan (BK), hingga komisi, tidak berlarut-larut. Praktis, DPRD Kota Magelang hanya butuh dua hari.Tampaknya, mereka tak terimbas ribut-ribut di Gedung Senayan soal pembentukan alkap, antara Koalisi Merah Putih (KMP) dengan Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Mereka memilih melakukan dengan musyawarah antarfraksi
“Alhamdulillah, pembentukan alkap berjalan lancar dan ber-langsung cepat serta smooth. Ini membanggakan. Karena masing-masing pihak dengan kedewa-saan berpolitik, mau untuk saling berbagi dan mengakui keberadaan pihak lain, demi Kota Magelang dan Indonesia yang lebih baik,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Magelang Dian Mega Aryani kemarin (12/11).
Proses pembentukan bamus maupun banggar yang secara ex officio posisi pimpinan dijabat tiga pimpinan dewan nyaris tanpa ada masalah. Dengan pilihan untuk memasukkan sembilan legislator sebagai anggota bamus maupun banggar, tinggal mem-bagi secara proporsional jumlah dengan enam fraksi yang ada. Untuk bamus, FPDIP menam-bah dua lagi anggotanya untuk duduk di badan tersebut. Yaitu, Aji Setyawan dan Stin Sahyutri Soekisno. Keduanya menemani Endi Darmawan sebagai Ketua DPRD Kota Magelang.
Sedang Fraksi Partai Golkar (FPG), Fraksi Partai Demokrat (FPD), dan FPKS hanya menem-patkan satu anggotanya. Sedang Fraksi Hannas yang merupakan gabungan Hanura dan Nasdem, serta Fraksi AIR (Amanat Indo-nesia Raya), gabungan PAN dan Gerindra menempatkan dua orang anggotanya di bamus.Komposisi di banggar, FPDIP menempatkan tiga orang anggotanya. Yaitu, Budi Prayitno, Iwan Soeradmoko, dan Windarti Agustina, selain Endi. Sedang FPD, menempatkan dua orang ang-gotanya. Yakni, Sallafudin dan Ari Purnomo Sidi. Kemudian masing-masing fraksi yang lain menem-patkan satu orang anggotanya.
Kunci proses lancarnya pem-bentukan BK dan komisi adalah diakomodirnya FPDIP yang memiliki tujuh kursi dari 25 untuk menduduki posisi ketua Komisi C. Komisi yang sejak awal ingin direbut FPDIP. FPD dengan modal lima kursi, setelah memperoleh pengabungan dari dua legislator dari PKB, merebut posisi ketua Komisi A, ketua Komisi B, se-kretaris Komisi C, dan ketua BK. Keberhasilan FPD juga diikuti Fraksi Hannas yang semua anggotanya menduduki jabatan wakil ketua komisi, dari Komisis A hingga C.
“Kami bersyukur, fraksi kami menduduki tiga jabatan wakil ketua komisi. Masih ditambah dua anggota kami bisa duduk di bamus. Ini tentunya membang-gakan. Akan kami tunjukkan keberhasilan ini dengan prestasi kerja,” janji Ketua Fraksi Hannas Tyas Anggraeni BP.
Menariknya, tidak ada satupun dari empat anggota FPG yang duduk di kursi pimpinan komisi maupun BK. FPG yang mendapat jatah sebagai ketua Pansus Tatib Dewan, melalui Ketua FPG Muh Haryadi, saat pembentukan alkap harus menelan pil pahit. Mereka kalah dengan FPDIP yang meraih satu jabatan ketua komisi dan dua sekretaris komisi. Sebelum-nya, mereka menduduki satu kursi badan legislasi (baleg).
“FPDIP mendapat satu ketua baleg, satu ketua Komisi C, dan sekretaris Komisi A serta B. me-reka mengakomodir kepenting-an beberapa pihak. FPDIP se bagai pemenang pemilu di Kota Ma-gelang sadar untuk sharing dengan fraksi lain. Alhamdullilah pembentukan alkap berjalan lancar dan berharap semoga rekan lebih amanah menjalankan tugas fungsi serta wewenangnya se bagai anggota dewan maupun pim pinan komisi maupun badan,” kata Ketua FPDIP Windarti Agustina yang juga ketua baleg dan sekre-taris Komisi B.
Ketua Fraksi Partai Demokrat Waluyo, dengan kepiawaiannya berdiplomasi, mampu merebut dua kursi ketua komisi dan ketua BK. Ia menyadari politik ako-modasi menjadi kunci penting pembentukan alkap.Pria yang juga menduduki ke-tua Komisi B ini berjanji me-lanjutkan program positif se-belumnya.
“Skala prioritas Komisi B adalah penataan pasar, peningkatan pe-layanan PDAM, pembenahan BUMD, dan lainnya. Kami juga ingin RSU Tidar mampu mening-katkan pelayanannya pada ma-syarakat. Termasuk seringnya RSU overload pasian, karena men dapat serbuan pasien luar Kota Magelang, sehingga pasien dari daerah sen-diri harus terpinggirkan. Ini men-jadi pemikiran bersama,” janji-nya. (dem/hes/ong)