RADAR JOGJA FILE
PELAYANAN: Penambahan fasilitas kesehatan seperti RSUD Nyi Ageng dilakukan untuk mempermudah akses masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadahi.
KULONPROGO – Tantangan pembangunan bidang kesehatan sangatlah besar. Seperti tingginya angka kematian ibu, angka kema-tian bayi prevalensi gizi kurang dan stunting. Juga beberapa jenis penya-kit menular dan penyakit tidak menular tertentu. “Kita masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan kesehatan. Di samping itu, juga ada beberapa faktor determinan sosial yang belum bisa diselesaikan semuanya,” ungkap Bupati Kulonprogo dr Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) saat upacara Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-50 di halaman RSUD Nyi Ageng Serang, Sentolo, kemarin (12/11).
Hasto menuturkan faktor deter-minan sosial yang belum selesai seperti penyediaan air bersih sani-tasi rumah tangga, ketahanan pangan. Juga akses informasi dan pendidikan khususnya bagi perem-puan, perilaku masyarakat terkait merokok, pola makan dan pola konsumsi. Selain itu berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan serta mobilitas penduduk juga berpengaruh.
“Sebagai dampak terbukanya ak-ses antarnegara memungkinkan berbagai jenis alat dan obat yang belum teruji dengan benar serta penyakit baru muncul di Indonesia,” ucap Hasto.
Hasto menuturkan diperlukan peningkatan penyebaran fasilitas pelayanan kesehatan ke daerah. Juga ditambahnya jumlah serta kompetensi tenaga kesehatan di semua jenjang fasilitas pelayanan kesehatan dan distribusi obat.
“Termasuk untuk membuat perda kawasan tanpa asap rokok, mem-berikan insentif bagi tenaga kese-hatan dari dana APBD, membangun fasilitas pelayanan kesehatan khu-susnya Puskesmas di daerah-daerah tertentu,” terangnya. (tom/ila/ong)