ZAKKI MUBAROK/RADAR JOGJA
MENARIK PERHATIAN: Ervani Emy Handayani mendapatkan dukungan banyak pihak saat menjalani persidangan di pengadilan negeri (PN) Bantul Selasa (10/11).
BANTUL – Terseretnya Ervani Emy Handayani di kursi pesakitan pengadilan negeri (PN) Bantul ka-rena jeratan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik mendo-rong Forum Solidaritas Korban Undang-undang ITE berencana menggelar aksi koin peduli. Tujuannya agar koin yang terkumpul nanti dapat dimanfaatkan untuk biaya penanganan perkara Ervani serta pro-gram kampanye rakyat bebas berbicara.
Koordinator Forum Solidaritas Korban Undang-undang ITE Gianto mengatakan, aksi koin peduli rencananya akan digelar di kawasan Malioboro. Sebab, kawasan tersebut merupakan salah satu pu-sat keramaian di Jogja.”Baru kami koordinasikan dengan teman-teman lainnya,” terang Gianto, ke-marin (12/11).
Selain aksi koin peduli, pihaknya juga tengah meng-upayakan pendirian posko di rumah Ervani yang terletak di Pedukuhan Gedongan, Bangunjiwo, Ka-sihan. Posko ini nantinya akan digunakan untuk menyusun berbagai langkah pembebasan Ervani, serta mengedukasi masyarakat tentang kebebasan berpendapat. “Pesan yang ingin disampaikan dalam gerakan ini adalah perkara yang menimpa rakyak kecil akan ditangani oleh rakyat kecil,” ujarnya.Bahkan, dalam waktu dekat ini Forum Solidaritas Korban Undang-undang ITE juga berniat menghadap Presiden Joko Widodo di istana negara. Agar orang nomor satu di Indonesia ini mengetahui ada rakyat kecil yang dipenjara gara-gara Undang-undang ITE. “Kami juga ingin menyuarakan revisi undang-undang ini,” tegasnya.
Gianto menilai, materi undang-undang ITE dapat membungkam warga negara untuk berpendapat. Khususnya pasal 40 dan pasal 27. (zam/din/ong)