AHMAD RIYADI/RADAR JOGJA
BANGGA: Prof Sukirno (kanan) saat dikukuhkan sebagai guru besar ke-126 Universitas Negeri Yogyarakta, kemarin (12/11).
JOGJA – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengukuhkan Prof Sukirno sebagai guru besar ke-126, kemarin (12/11). Dengan pengukuhan ini, Prof Sukirno tercatat sebagai guru besar termuda milik UNY. Dikatakan termuda, karena saat ini Prof Sukirno baru berusia 45 tahun, sementara guru besar-guru besar sebelumnya saat dikukuhkan umumnya berusia 48–50 tahun. Dalam pidato pengukuhannya, Prof Sukirno mengambil judul “Partisipasi Dosen Jurusan Pen-didikan/Prodi Akuntansi Dalam Pengambilan Ke-putusan di Daerah Istimewa Yogyakarta”. Menurut-nya, sebagai lembaga pendidikan, perguruan tinggi diharapkan dapat meningkatkan daya saing bangsa dari berbagai aspek, seperti sumber daya manusia (SDM) dan teknologi.
“Perguruan tinggi dituntut responsif dan kreatif menyediakan lingkungan bagi seluruh sumber daya yang berkualitas, dan memiliki keunggulan kom-petitif (competitive advantage) dan keunggulan komparatif (comparative advantgage) secara global,” kata Prof Sukirno dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Akuntansi Mana-jemen pada Fakultas Ekonomi UNY, kemarin (12/11). Profesor kelahiran Boyolali 14 April 1969 ini me-nambahkan, manajemen sumber daya ma nusia perguruan tinggi berhubungan erat dengan gaya kepemimpinan yang digunakan para pemimpin. Dalam teori kepemimpinan, gaya kepemimpinan berhubungan erat dengan proses pengambilan keputusan.
Seorang pemimpin yang berhasil harus memiliki kemampuan untuk menerapkan gaya pengambilan keputusan secara fleksibel dalam sebuah garis kon-tinum, mulai dari gaya sangat otokratif ke gaya sangat delegatif.
“Model ini dirancang untuk menghasilkan keputu-san yang lebih berkualitas dan diterima semua bawa-han. Pengambilan keputusan partisipatif bukan se-penuhnya bottom up, tapi bisa menjadi penghantar dihasilkannya keputusan yang berkualitas,” terangnya.
Menurut Sukirno, sumber daya manusia meru-pakan unsur terpenting dalam perguruan tinggi, dan untuk mengelola sumber daya terpenting itu dibutuhkan gaya kepemimpinan yang efektif. Pe-ngambilan keputusan partisipatif bagian dari gaya kepemimpinan dengan cara melibatkan bawahan dalam pengambilan keputusan. (mar/jko/ong)